JUNAIDI KHOTIB, S.Si, Apt., M.Kes, Ph.D, siap mengawal university holding bagi UNAIR (Foto: Binti Quryatul Masruroh)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Junaidi Khotib, S.Si, Apt., M.Kes, Ph.D, adalah salah satu putera terbaik UNAIR. Ia memulai mengabdikan diri sebagai dosen di almamaternya sejak 1995, tepat setelah lulus pendidikan profesi apoteker. Lulusan terbaik S1 Fakultas Farmasi (FF) UNAIR tahun 1993 ini mengajar sambil juga berkuliah S2 di Fakultas Kedokteran UNAIR pada program studi Biokimia.

Kecintaannya pada Ilmu Farmasi membuatnya ingin terus dan terus belajar. Ia mengambil program PhD di Hoshi University, Tokyo tahun 2001-2004. Disanalah ia merasa bisa belajar sepuasnya. Fasilitas yang lengkap, laboratorium dan perpustakaan buka 24 jam. Jadi kecintaannya pada ilmu pengetahuan mengantarkannya mendapatkan kesempatan belajar pada jenjang yang lebih tinggi, yaitu Post Doctoral di universitas yang sama tahun 2004-2005.

Hasrat untuk mengajar yang dimilikinya rupanya mampu mengantarkannya menjadi dosen berprestasi UNAIR tahun 2009 dan finalis dosen berpretasi tingkat nasional tahun yang sama. Selain itu  sejak tahun 2005 Junaidi menjadi dosen tamu di International Islamic University Malaysia.

Sebelum ditunjuk sebagai Wakil Rektor bidang Jejaring Alumni dan Bisnis, pria kelahiran Jombang 22 Oktober 1970 ini menjadi Wakil Dekan II Fakultas Farmasi (2010-2015). Karena bidang yang diamanahkan padanya terbilang baru, ia mengaku pada awal-awalnya merasa belum memiliki gambaran yang utuh tentang bidang IV tersebut. Karena itu sebelum menjawab tawaran Rektor, ia berkontemplasi pada dirinya sendiri terlebih dahulu.

“Mampukah saya? Apakah ini baik untuk saya, institusi saya, dan masyarakat? Saya terus bertanya dan meminta petunjuk-NYA. Sampai akhirnya saya pada keputusan untuk menerima. Pertimbangan saya, karena sudah punya pengalaman sebagai wakil dekan. Selain tetap mengajar dan mengembangkan keilmuwan, saya juga belajar mengelola personil, sumber daya, dan waktu,” papar Junaidi.

Setelah memiliki gambaran yang utuh tentang tugasnya sebagai wakil rektor, ia segera menyusun rencana strategis untuk memajukan bidangnya, yaitu alumni dan university holding.

Jejaring Alumni

Untuk mengembangkan jejaring alumni, dirancangnya ada empat hal yang akan dilaksanakan yaitu memperbarui data base alumni, membuat profil alumni, pengembangan Airlangga Connection, dan memperluas kerjasama.

Kepala Laboratorium Studi Bioekuivalensi Fakultas Farmasi UNAIR tahun 2008-2013 ini  mengatakan bahwa data base alumni perlu dikembangkan menggunakan data dari ketika mereka baru saja lulus. Pengembangannya akan bekerja sama dengan Direktorat Sistem Informasi UNAIR untuk menyediakan web khusus alumni, sehingga citra alumni di masyarakat semakin baik. Apalagi banyak alumni UNAIR ini yang memiliki prestasi, posisi penting, dan kontribusi yang signifikan di masyarakat. Diantaranya Ignasius Jonan (Menhub), Khofifah Indar Parawansa (Mensos), Hatta Ali (Ketua MA), Muhammad Saleh (Hakim Agung), Soekarwo (Gubernur Jatim), Desra Percaya (Dubes RI di PBB), dsb.

“Masih ada masyarakat yang belum tahu bahwa mereka alumni UNAIR, bahkan sivitas UNAIR pun juga ada yang belum tahu. Untuk itulah dibutuhkan profil alumni yang utuh untuk ditampilkan di website nanti, maupun direlease ke media massa,” kata Junaidi.

Harapannya, ketika data base dan profil alumni tersebut terkelola lebih baik maka jejaring alumni akan baik pula, mengikuti. Kemudian dengan adanya Airlangga Connection maka akan bisa saling menghubungkan komunikasi antar-alumni.

“Saya bermimpi bisa seperti Harvard University dimana alumni bisa ngobrol secara langsung melalui websitenya. Dari situ bisa dikomunikasikan banyak hal,” tambah Junaidi, dimana universitas juga telah memberikan fasilitas berupa email official bagi setiap mahasiswa yang bisa digunakan selamanya. Sehingga dimanapun mereka nanti berada, komunikasi dengan almamaternya bisa tetap berjalan.

Bisnis Universitas

Universitas-universitas terkemuka di level kelas dunia, rata-rata sudah memiliki sumber penghasilan sendiri. Mereka tidak bergantung pada penerimaan uang mahasiswa dan subsidi pemerintah. Upaya untuk mandiri secara financial itu di UNAIR sudah dipetakan dan dirancang dalam suatu strategi yang dikemas ke dalam Satuan Usaha Akademik (SUA).

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang diunggulkan pemerintah untuk bisa menembus ranking 500 besar perguruan tinggi kelas dunia pada tahun 2019, dalam suatu rapat kerja sudah dibuat target-target kedepan, termasuk target finansial tersebut. Diantaranya, mulai tahun ini UNAIR ingin menaikkan head count cost mahasiswa sebesar Rp 40 juta/tahun/mahasiswa. Selain itu juga beberapa langkah untuk meningkatkan pendapatan universitas, diantaranya dengan hilirisasi produk hasil penelitian, mengembangkan SUA dan satuan usaha komersial (SUK).

“Yang perlu dicatat, meningkatkan pendapatan universitas itu bukan dari mahasiswa, tetapi dari sumber yang lain,” terang Junaidi.

Hilirisasi penelitian perlu ditindaklanjuti. Sebab selama ini banyak hasil penelitian yang berhenti di meja lab saja, padahal penelitian di UNAIR banyak yang potensial untuk diaplikasikan ke masyarakat. Seed vaccine (bakal vaksin) avian influenza dan seed vaccine HIV, produk-produk kit diagnostic adalah diantara hasil penelitian yang potensial untuk ditindaklanjuti. Kendala yang selama ini menghadang akan segera diatasi.

“Kami rencanakan ada unit usaha Airlangga Bioproduc yang tugasnya mencarikan produsen bagi hasil penelitian di UNAIR, karena kita belum memungkinkan untuk memiliki unit produksi sendiri. Selain itu untuk mendirikan perusahaan maka produknya harus spesifik dan lain sebagainya. Jadi langkah termudah adalah mencari pihak ketiga dan UNAIR memperoleh royalti,” papar Warek IV UNAIR itu.

Fasilitas yang dimiliki seperti gedung Airlangga Convention Center (ACC) dan rumah tamu juga bisa dikomersialkan. SUK seperti Pusat Bahasa (di FIB), Pusat Layanan Psikologi (Fak. Psikologi), Pusat Layanan Pengujian dan Penelitian (Fak Farmasi), Rumah Sakit UNAIR, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, serta Rumah Sakit Hewan juga akan terus dikembangkan. Kemudian SUK UNAIR seperti PT Dharma Putra Airlangga yang selama ini bergerak di bidang persewaan alat-alat berat dan transportasi, juga akan terus dikembangkan pada diversifikasi usaha yang lain. (*)

Penulis : Inda Karsunawati
Editor   : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).