Cerita Calon Diplomat Ikuti Simulasi Sidang PBB

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto bersama para anggota Airlangga Model United Nation (foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Apa yang ada di benak Anda saat mendengar mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional? Mungkin salah satunya yang sering Anda dengar adalah calon diplomat yang mewakili Indonesia di ajang konferensi internasional.

Tak sedikit mahasiswa program studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga, yang pernah merasakan atmosfer pada ajang konferensi internasional. Salah satu ajang yang selalu diikuti setiap tahunnya adalah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau yang biasa dikenal dengan model united nations (MUN).

Terpilih menjadi delegasi di ajang diplomasi dan negosiasi bergengsi di tingkat global merupakan sebuah prestasi tersendiri. Tak sedikit mahasiswa UNAIR yang pernah berlaga di ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau yang lebih dikenal dengan model united nations (MUN).

Ada banyak jenis kegiatan MUN yang diikuti oleh mahasiswa HI FISIP UNAIR. Dari sekian jenis kegiatan MUN, tiga diantaranya yang sering diikuti adalah Harvard National Model United Nations (HNMUN), Harvard World Model United Nations (WMUN), dan Asia-Pacific Model United Nations Conference (AMUNC).

Mahasiswa prodi Ilmu HI FISIP UNAIR, Husein Al Asghor, bersama delegasi UNAIR lainnya baru saja pertengahan bulan lalu mengikuti ajang HNMUN di Massachusets, Amerika Serikat. Pada ajang tersebut, ia mengaku memiliki banyak pengalaman yang bisa dikenang selama berada di Negeri Paman Sam.

“Banyak pengalaman yang bisa saya dapat, apalagi salah satu cita-cita saya adalah bekerja di badan internasional seperti PBB. Pada ajang ini, saya tidak hanya melatih kemampuan saya bernegosiasi dan berbicara di depan umum, tetapi juga kemampuan bersosialisasi,” tutur Husein, salah satu delegasi UNAIR yang berangkat ke HNMUN tahun 2016.

Pergi ke luar negeri untuk mengikuti kegiatan atau forum internasional akan memberikan warna pengalaman sendiri bagi seseorang. Begitu pula dengan Husein.

“Ketika di sana saya juga berkunjung ke tempat-tempat penting. Bu Citra (dosen HI, -red) itu pernah bilang kalau kita mengikuti forum internasional di luar negeri, kita mendapatkan pengalaman yang tidak tergantikan seperti pengalaman bertemu dan berada di tempat asing,” ujar Husein.

Lain ajang simulasi, lain pula pengalaman yang didapatkan. Ni Putu Indah Maharani yang juga mahasiswa Ilmu HI pernah mengikuti ajang HWMUN tahun 2015 di Seoul, Korea Selatan.

“Kalau yang HWMUN, karena tempatnya juga berpindah-pindah, maka ini lebih bersifat menarik keterlibatan universitas-universitas lain. Maka ajang HWMUN itu jadinya lebih plural, karena pesertanya banyak dan menggabungkan unsur-unsur budaya. Jadi, pada ajang HWMUN ini gaya diplomasinya lebih bersifat soft,” kisah Rani, peserta HWMUN tahun 2015.

Karena ketagihan dengan ajang HWMUN, Rani berencana mengikuti HWMUN tahun 2016 yang akan diselenggarakan pada 14-18 Maret 2016 di Roma, Italia.

Selain kedua model di atas, ada juga mahasiswa HI lainnya, Bella Fokker, yang akan mengikuti AMUNC pada tanggal 16 Juli di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia baru saja diumumkan lolos untuk mengikuti ajang AMUNC setelah tulisan abstraknya tentang etnis Rohingya diterima oleh pihak penyeleksi. Untuk menghadapi ajang AMUNC 2016 nanti, ia kini sedang sibuk berlatih dengan rekan-rekannya yang lain. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu