Drainase di Lingkungan Kampus C UNAIR Mulai Dibersihkan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PENGERUKAN drainase di kampus C UNAIR menggunakan alat berat beko sudah dimulai dari selokan depan Asrama Mahasiswa Putera hingga kampus FKH. Yang lainnya menyusul. (Foto: Seksi Lingkungan K3)

UNAIR NEWS Program pembersihan dan normalisasi drainase di lingkungan kampus C Universitas Airlangga (UNAIR) sudah dimulai pada 22 Februari 2016 lalu. Memang belum semua, dan baru pada drainase di tepi jalan antara Asrama Mahasiswa putera hingga Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Tetapi langkah awal ini akan berlanjut hingga semua drainase terkeruk lumpur dan kotorannya. Bahkan dimungkinkan juga membuat normalisasi-normalisasi dengan membuat sudetan agar laju air menjadi lancar.

Agus Sutiyono, S.Sos., Kasi Lingkungan, Subdit Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Direktorat Sarana dan Prasarana UNAIR, menjelaskan bahwa pengerukan dan normalisasi drainase ini dilaksanakan bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (PUBMP) Pemkot Surabaya.

Pembersihan drainase ini terinspirasi dari pekerjaan serupa di kampus B yang dilakukan oleh RSU Dr. Soetomo. Selanjutnya Direktorat Sarpras mengajukan permohonan via surat kepada Dinas PUBMP per 1 Februari 2016. Dilakukan survey oleh petugas PUBMP pada 15 Februari dan pembersihan pertama menggunakan alat berat (beko) pada 22 Februari 2016. Karena hujan lebat dan banjir di berbagai tempat di Kota Surabaya, oleh Pemkot beko sementara dialihkfungsikan sementara ke Jl. Ngaglik untuk mengatasi sumbatan drainase disana, kemudian digeser lagi ke Jl. Darma Husada untuk pekerjaan serupa.

”Jadi pembersihan lanjutan pada drainase lainnya di kampus C, kita menunggu instruksi lebih lanjut dari Pemkot selaku yang punya alat berat,” kata Agus Sutiyono kepada UNAIR News.

Pekerjaan pengerukan sungai yang paling besar dan lebih berat diperkirakan Agus adalah drainase yang menghubungkan antara Asrama Puteri hingga terusannya hingga samping kanan gedung Student Center (SC) dan yang membelah antara kampus FKM dan FST. Karena kondisi drainase lebih lebar diperkirakan nanti juga diperlukan ponton agar pengerukan bisa maksimal, bahkan jika diperlukan juga bisa dibuat sudetan-sudetan dan normalisasi untuk memperlancar lajunya air.

“Mengapa dinormalsiasi, karena saluran yang melewati sawah-sawah itu juga banyak di kanan-kirinya yang ruwet karena rumput dan tanaman lain yang tak teratur, karena kondisi juga belum diplengseng,” tambah Agus seraya optimis bila semua drainase sudah dibersihkan maka laju jalannya air hujan itu akan lancar. (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu