Dinkes Sampang Apresiasi Tim Tanggap Bencana UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pelayanan kepada para korban banjir oleh tim medis Universitas Airlangga dalam posko kesehatan (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Hujan yang mengguyur Sampang sejak Jumat (26/2) lalu telah mengakibatkan 13 desa terendam banjir. Ketinggian air di beberapa titik bervariasi tergantung kontur masing-masing daerah, mulai dari 70 – 100 sentimeter. Dampak banjir kini mulai dirasakan. Selain aktivitas warga yang sempat lumpuh total, mereka juga mewaspadai penyakit yang berbahaya.

Keadaan tersebut menggugah Tim Tanggap Darurat Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD Dr. Soetomo untuk berperan dalam menangani warga korban banjir di Sampang. Kunjungan tim tanggap darurat diterima langsung oleh Wakil Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Firman Pria Abadi pada Senin (29/2).

Dalam sambutannya, Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo, Dr., dr., Sp.U, yang turut serta mendatangi korban banjir Sampang, menyampaikan bahwa pihaknya mengaku khawatir dengan penyakit Leptospirosis yang dapat mengancam kesehatan warga pasca banjir. Kedatangan tim tanggap bencana ke Sampang memperoleh apresiasi positif dari Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Saya senang sekali terhadap respon dari pihak UNAIR yang mencari informasi terlebih dahulu mengenai kebutuhan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini memudahkan kami dalam menangani berbagai masalah kesehatan yang timbul pasca banjir,” ujar dr. Firman Pria Abad, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sampang.

Keterlibatan UNAIR memang diharapkan untuk membantu pemulihan keadaan warga di bidang kesehatan. Sulistiawati, dr., yang turut serta dalam rombongan mengatakan bahwa sebelum mengunjungi Sampang, pihak UNAIR terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah setempat, untuk mengetahui kebutuhan warga.

“Bantuan seperti logistik, minuman isotonik, obat-obatan khususnya antibiotik sangat bermanfaat membunuh dan menghambat bakteri penyebab infeksi terutama bakteri Leptospira sp. Agar tidak terjadi overlap, tim tanggap bencana berinisiatif untuk menghubungi Dinkes Sampang. Kami juga mengusulkan beberapa bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat terutama pasca banjir,” tutur Sulistiawati, dr.

Pendirian posko

Bertepatan dengan kunjungan tim, aktivitas warga di Sampang sudah berangsur normal. Debit air sungai sudah menyusut, pertokoan kembali dibuka, dan siswa mulai bersekolah. Sejumlah warga juga mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa banjir.

Dari total 13 desa yang terendam banjir, tim medis mengunjungi 12 desa. Bertempat di Dusun Grugul, tim tanggap bencana dibantu oleh Cindy Cecilia, dr., (dokter internship lulusan FK UNAIR) mendirikan posko kesehatan. Posko kesehatan UNAIR didirikan di pelataran rumah warga dan menyelenggarakan pengobatan gratis.

Dalam waktu yang relatif singkat, posko kesehatan UNAIR langsung dikerumuni warga. Warga berdatangan dengan keluhan masing-masing. Sebagian besar diantara mereka mengeluhkan penyakit gatal-gatal. Dengan adanya posko kesehatan ini, diharapkan dampak pasca bencana terutama di bidang kesehatan dapat diminimalisir dan memberikan kemudahan akses bagi warga korban banjir. (*)

Penulis: Dwi Astuti
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu