Banyak Siswa Minim Informasi Pendaftaran Perguruan Tinggi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Drs. Suko Widodo, M.Si memberikan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di SMAN 1 Surabaya (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Informasi mengenai SNMPTN maupun SBMPTN menjadi hal yang penting bagi siswa SMA yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Akan tetapi, tidak semua siswa SMA/sederajat mengetahui secara jelas mengenai informasi yang mereka butuhkan tersebut. Untuk itu, Pusat Informasi dan Humas (PIH) dan Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Airlangga hadir untuk memberikan informasi dan melayani konsultasi studi di jenjang perguruan tinggi.

Kali ini, sosialisasi diadakan di SMA Negeri 1 Surabaya yang berlangsung pada Minggu (28/2). Hadir sebagai pemateri pada sosialisasi tersebut Drs. Suko Widodo, M.Si selaku ketua PIH UNAIR, dan Drs. Adri Supardi, MS., dari PPMB UNAIR.

“Ternyata banyak siswa di Surabaya yang bingung dengan informasi SNMPTN. Karena itu PIH diundang untuk menjelaskanya,” papar Suko.

Sosialisasi ditujukan kepada para siswa, guru, dan wali murid, sebagai penyalur informasi guna memudahkan dalam memilih dan mempertimbangkan kelanjutkan studi yang diinginkan.

“Peserta puas dengan kehadiran PIH dan PPMB UNAIR. Bahkan para orang tua dan siswa dipersilahkan untuk datang dan konsultasi ke UNAIR untuk mendapat informasi yang dibutuhkan,” lanjut dosen pada Program Studi Ilmu Komunikasi UNAIR tersebut.

Dalam pemaparannya, Adri dari PPMB menjelaskan mengenai informasi umum tentang UNAIR secara detail. Mulai dari profil, sejarah, fakultas dan program studi, fasilitas, prestasi, dan informasi lainnya. Adri juga menjelaskan daya tampung untuk bisa diterima di UNAIR melalui berbagai jalur, seperti SNMPTN, SBMTPN, dan Mandiri.

Ada dua faktor penting yang menyebabkan siswa diterima atau tidak diterima di perguruan tinggi, yaitu indeks siswa dan indeks sekolah. Indeks siswa meliputi nilai ujian siswa disetiap semester, kemampuan soft skill, hingga prestasi-prestasi yang pernah diraih. Sementara indeks sekolah dilihat dari prestasi sekolah dan alumni-alumni terhadap perguruan tinggi yang dituju.

“Setiap tahunya, UNAIR menerima kurang lebih 5.600 mahasiswa baru. Maka harus serius dan belajar sungguh-sungguh untuk bisa lolos, tapi jangan lupa berdoa,” tutur Adri yang juga dosen pada Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR.

Antusiasme siswa terlihat begitu tinggi. Sebagai respon dari pemaparan kedua pemateri, para siswa bergantian memberikan pertanyaan. Arifin, salah satu siswa pada peminatan IPA kelas XII menanyakan mengenai tips agar bisa diterima di kampus yang diinginkan.

Pada kesempatan ini, ada salah satu wali murid yang ikut ambil suara pada jalannya sesi tanya jawab. Ialah Salam, salah satu alumni Fakultas Kedokteran UNAIR. Salam memberikan tanggapan mengenai keluh kesah ketika studi di fakultas kedokteran kepada para siswa dan guru.

Kepala Sekolah SMAN 1 Surabaya, Johanes Mardijono, S.Pd, MM., menilai sosialisasi ini sangat diperlukan bagi guru, siswa, maupun wali murid. Pihak sekolah juga giat menerapkan try out Ujian Nasional dan SNMPTN di sekolah. Menurutnya, sosialisasi ini penting karena sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap masa depan muridnya.

“Di sekolah kami banyak siswa-siswi yang berprestasi. Harapanya semuanya mendapatkan tempat yang tepat setelah lulus dari sini,” ujar Johanes. (*)

Penulis: Ahalla Tsauro
Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu