Kejar Peringkat 500 Kampus Dunia, UNAIR Perkuat Sistem Pembelajaran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto : Alifian Sukma/ UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Menanggapi isu kebijakan pendidikan tinggi terbaru mengenai mengenai Permenristekdikti no. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Prof. Nyoman Tri Puspaningsih selaku Direktur Pendidikan Universitas Airlangga mengatakan bahwa UNAIR telah siap dengan peraturan baru itu. Pihaknya mengatakan karena sistem tersebut sudah berjalan di UNAIR.

Menurut Prof. Nyoman, ada lima perubahan utama antara Permenristekdikti no. 44 tahun 2015 dengan Permenristekdikti no. 49 tahun 2014. Pertama, izin penyelenggaraan semester pendek atau semester antara. Tujuan penyelenggaraan semester pendek atau semester antara ini untuk memberi wadah bagi mahasiswa yang berprestasi untuk lulus tepat waktu, meningkatkan kompetensi lulusan agar learning outcome tercapai, dan menekan angka mahasiswa drop out.

Kedua, perpanjangan masa studi jenjang magister dan doktoral. Masa studi mahasiswa master berubah dari yang semula dua tahun dapat diperpanjang hingga empat tahun. Sedangkan, masa studi mahasiswa doktor, dari yang semula empat tahun dapat diperpanjang hingga tujuh tahun. Perpanjangan masa studi ini memberikan peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mempublikasikan jurnal terakreditasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ketiga, kurikulum wajib bertumpu pada student center learning yaitu mengintegrasikan aspek akademik dan non-akademik. “UNAIR sudah memiliki sistem yang mengatur hal tersebut, misalnya untuk pengembangan kepribadian terfasilitasi dalam mata kuliah wajib umum (MKWU),” tutur Direktur Pendidikan UNAIR.

Keempat, lulusan wajib dibekali SKPI (surat keterangan pendamping ijazah). Di UNAIR, selain menerapkan satuan kredit semester, lulusan prodi jenjang S-1 dibekali dengan transkrip satuan kredit prestasi. Sedangkan, bagi lulusan prodi jenjang S-2 dan S-3, termasuk program profesi tak perlu dibekali dengan transkrip satuan kredit prestasi. Kelima, Prof. Nyoman mengatakan batas minimal satuan kredit semester (sks) untuk mahasiswa jenjang S-2 adalah 32 sks.

Ke depannya, menurut Guru Besar bidang Biokimia pada Fakultas Sains dan Teknologi, kualitas pembelajaran dan lulusan di UNAIR perlu ditingkatkan. Apalagi, dengan rencana UNAIR untuk menembus peringkat 500 kampus dunia, standar nilai perlu ditingkatkan.

“Misalnya, di tingkat ASEAN. UNAIR harus mengikuti standar nilai ASEAN agar transfer nilai diakui jika ada mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar,” imbuh Prof. Nyoman. 

Penulis: Rekha Finazis
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu