ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Peningkatan daya saing adalah hal penting yang harus diperhatikan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti saat ini. Tidak terkecuali oleh para mahasiswa yang nantinya akan bersaing dengan banyak SDM dari negara tetangga. Hal ini kemudian disadari oleh UNAIR dengan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP inilah yang akan memastikan bahwa mahasiswa UNAIR memiliki cukup kompetensi untuk bersaing di dunia internasional.

LSP UNAIR yang saat ini diketuai oleh Drs. Kartono, M.Kom tergolong dalam LSP-P1 yang merupakan lembaga sertifikasi profesi yang secara khusus memberikan sertifikasi kepada mahasiswa UNAIR. LSP UNAIR sendiri sudah mengantongi izin dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai dengan standard ISO 17024.

Senin (22/2), bertempat di Ruang 101 Kampus FST UNAIR, LSP UNAIR mengadakan sosialisasi kepada para mahasiswa program diploma dan sarjana Sistem Informasi (SI).

“Tanda bukti kompetensi dalam suatu bidang ilmu tertentu bisa menjadi modal penting untuk menghadapi era MEA seperti ini,” ujar Kartono lantas menjelaskan bahwa saat ini LSP UNAIR sudah memiliki dua skema kompetensi berdasarkan standar Australia (ICA) yakni skema sertifikasi Analisis dan Desain Sistem Informasi (ADSI) dan skema sertifikasi Pemrograman.

Lebih lanjut Kartono menjelaskan alur sertifikasi yang dilakukan LSP UNAIR yang meliputi pengajuan permohonan untuk mengikuti tes kepada LSP UNAIR, penunjukan assessor (penguji) serta pemberitahuan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dalam hal ini adalah di kampus UNAIR.

Alur pendaftaran Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Airlangga
Alur pendaftaran Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Airlangga

Setiap peserta sertifikasi setelah mengetahui penentuan TUK dan assessor akan menjalani assessment (proses penilaian berdasarkan kriteria skema) dengan  didampingi satu assessor.

“Para peserta akan menjalani tes selama minimal lima jam untuk satu skema yang dipilih,” ujar Drs. Eto Wuryanto DEA salah seorang assessor.

Para peserta yang tidak mampu memenuhi keseluruhan kriteria dalam skema nantinya secara otomatis akan dinyatakan gagal atau “belum kompeten”.

“Peserta yang ingin ikut sertifikasi harus benar-benar siap. Harapannya nanti selain memiliki ijazah lulus dari UNAIR, mereka juga punya sertifikasi tanda bahwa mahasiswa tersebut kompeten dalam keahlian tertentu,” pungkasnya. (*)

Penulis : Alifian Sukma
Editor : Yeano Andhika

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone