Hadir sebagai pembicara dalam acara temu perwakilan alumni dengan pihak manajemen UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak., (tengah), Badri Munir Sukoco PhD (kanan), dan Dr drg Elly Munadziroh M.S,. (kiri). (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Acara temu perwakilan alumni dengan pihak manajemen UNAIR berlangsung hangat Selasa malam lalu (16/2). Kegiatan yang dihelat oleh Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) tersebut dilaksanakan di Royal Kuningan, Jakarta. Terdapat enam puluh undangan yang disebar. Sedangkan yang hadir berkisar di angka delapan puluh orang. Artinya, antusiasme alumni untuk mengikuti event itu tergolong besar.

Hadir sebagai pembicara Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak., Ketua BPP Badri Munir Sukoco PhD, dan Ketua PPKK Dr drg Elly Munadziroh M.S,. Para alumni yang hadir antara lain berasal dari FIB, FISIP, FH, dan Fakultas Psikologi. Tampak pula Dekan FISIP, Dekan FIB, Wadek FH dan Wadek Fakultas Psikologi.

Dalam kesempatan itu, Badri menyampaikan tentang sejumlah target yang ingin dicapai oleh UNAIR. Semua itu terkait keinginan untuk menjadi World Class University. “UNAIR pasti sanggup mencapai target tersebut. Meski memang, pasti butuh proses,” kata dia. Sementara itu, Elly mengutarakan soal betapa strategisnya peran alumni dalam mendongkrak reputasi kampus. “Semua orang sudah tahu, alumni UNAIR selalu mengisi posisi strategis di berbagai ranah dalam aspek manajerial. Mulai birokrasi, bisnis, dan sebagainya,” urai dia.

Rektor UNAIR Moch Nasih membenarkan, para alumni memiliki peran sentral untuk memajukan kampus. Alumni harus hadir di tengah civitas akademika. Khususnya, di antara mahasiswa. Misalnya, sebagai dosen tamu. Nanti, alumni akan berbagi informasi tentang peluang usaha atau berkarir, kondisi dunia kerja kekinian, dan lain sebagainya. Termasuk, membuka peluang bagi mahasiswa untuk magang di tempat-tempat yang prospektif.

“Kita juga mesti memaksimalkan fungsi teknologi informasi dan komunikasi,” kata Prof Nasih.

Di pertemuan yang berjalan gayeng dan penuh keakraban itu, para alumni dengan bebas menyampaikan kritik, saran dan masukan untuk kampus. Salah satunya, tercetus ide untuk menjadikan kantor UNAIR di Jakarta sebagai “base camp” alumni. Dengan demikian, mereka memiliki wadah khusus bila ingin berjumpa dan melakukan diskusi. Rektor menyambut baik gagasan ini. Semua aspek untuk mendukung realisasi saran tersebut segera dipersiapkan.

Secara umum, para alumni bertekad memajukan UNAIR. “Kami siap bersinergi dengan kampus untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” kata Mas Haryono, salah satu alumni yang hadir. Di akhir acara, Rektor menyerahkan T-Shirt berlabel UNAIR pada para alumni. (*)

Penulis: Taufiq
Editor: Rio F. Rachman

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone