Potensi SDM Indonesia Modal Penting di Era MEA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto : Ilustrasi

UNAIR NEWS – Tercetusnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mengacu pada kesepakatan bersama negara-negara Asia Tenggara. Pasar tunggal yang bersifat “baik” untuk semua ini mempunyai tujuan yang bagus. Bahkan, bisa saling menguatkan negara-negara ASEAN yang memiliki kompleksitas ekonomi hampir sama.

Pelaksanaan MEA juga terbilang pada waktu yang tepat. Digerakkan sejak 2007 dan dijalankan secara lebih aktif akhir 2015 lalu. Berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa dengan Europa Economy Community pada tahun 50-an. Ketika itu, negara-negara Eropa baru bangkit dari peperangan. Kestabilan ekonomi rapuh. Bahkan, ada beberapa negara yang punya jarak disparitas jauh sekali. Misalnya, antara Polandia dengan Inggris.

Sementara itu, Indonesia memiliki kekuatan pada Sumber Daya Manusia  (SDM). “Peluang kita bersaing di aspek ini sangat luar biasa. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitasnya agar memenangi persaingan,” kata Dr Intan Soeparna, pakar hukum internasional FH UNAIR.

Di sisi lain, jangan sampai Indonesia menjadi sasaran empuk untuk barang dagangan dari negara-negara ASEAN lain. Maka itu,  pemerintah harus memberi perhatian dan intervensi pada semua elemen masyarakat. Khususnya, terkait pembenahan kualitas SDM dan regulasi yang pro-rakyat.

Di samping itu, pengusaha harus meningkatkan standar produksi. Tenaga kerja harus meningkatkan Special Skill dan juga harus mampu berbahasa asing. Akademisi harus menemukan dan menjalankan solusi untuk Indonesia dalam menghadapi MEA. Masyarakat pada umumnya harus melek bahwa di tangan mereka sudah didapat dengan mudah  barang-barang dari luar negeri. Jadi, kesadaran untuk mencintai produk lokal mesti turut diasah. (*)

Penulis: Akhmad Janni
Editor: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu