Wakili UNAIR, Jadi Satu-satunya Mahasiswa S1 di Ajang Ners Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Dari Kiri) Ferry Efendi, Ns., MSc,, Nusrotud Diana, Ni Kadek Dwi Kristiani, dan Lukman Handoyo pada Ajang The second Asian Congress in Nursing Education (ACINE). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS –  Tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR berhasil menembus seleksi abstrak pada ajang The second Asian Congress in Nursing Education (ACINE). Kegiatan yang menjadi ajang berkumpulnya ners dunia berlangsung di kampus National Cheng Kung University Tainan, Taiwan. Ketiga mahasiswa yang berhasil mengikuti ajang yang dilaksanakan pada pada tanggal 26 – 29 Januari 2016 adalah Nusrotud Diana, Lukman Handoyo, dan Ni Kadek Dwi Kristiani.

Ketiga mahasiswa angkatan tahun 2013 tersebut mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “PjBL (Project Based Learning) as a Learning Innovation to Increase Sense of Community and Professionalism”. Saat diwawancarai reporter UNAIR NEWS di ruang redaksi, Nusrotud Diana menjelaskan bahwa tekadnya untuk mengirim abstrak dengan timnya berawal dari informasi dari rekannya, selain itu penelitian yang dipresentasikan sendiri merupakan bentuk inovasi pembelajaran yang sudah menjadi bagian dari kurikulum FKp UNAIR.

“Jadi penelitian kami ini mengarah pada mata kuliah bagi mahasiswa semester lima, yakni PJBL yang diaplikasikan dengan turun ke masyarakat, hal ini dilakukan guna meningkatkan kepekaan terhadap masyarakat dan profesionalitas bagi perawat,” jelasnya.

Dijumpai dalam waktu yang sama, Ni Kadek Dwi Kristiani juga menjelaskan bahwa ajang yang diikuti oleh hampir 600 peserta dari 15 negara tersebut, mayoritas pesertanya adalah akademisi, praktisi klinik, profesor, mahasiswa S3 dan S2.

“Jadi hanya kami bertiga yang masih menempuh S1 di konferensi tersebut, ya banyak yang heran juga kepada kami, kok bisa sampai disana,” jelasnya bangga.

Tiga sekawan yang mendapat apresiasi dari berbagai peserta yang hadir tersebut juga bertemu dengan dosen FKp yang tengah menempuh studi di kampus yang menempati ranking 224 dunia dan 36 di Asia versi QS tahun 2015.

“Kami juga sempat bertemu dengan dosen kami Ferry Efendi, Ns., MSc, beliau sekarang masih kuliah disana dan waktu itu juga mengikuti ajang yang sama dengan kami,” pungkas Kadek.

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu