UMI Makassar Belajar Penjaminan Mutu ke UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ketua BPM UNAIR Prof. Dr. Bambang Sektyari., drh., DEA sedang memberikan penjelasan kepada delegasi UMI (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Jajaran pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang diwakili Wakil Rektor I UMI Prof. Dr. Syahnur Said dan Wakil Rektor V UMI Prof. Dr. Ma’ruf Hafidz beserta jajaran staf Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMI bertandang ke UNAIR, Kamis (4/2), dalam rangka studi banding penjaminan mutu.

“Kami sedang berupaya meningkatkan akreditasi baik program studi maupun institusi. Berkaitan dengan UNAIR yang sudah terakreditasi A, oleh sebab itu kami datang ke sini,” ujar pria yang juga alumni UNAIR ini.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM mengatakan bahwa UNAIR dengan senang hati menerima kunjungan UMI. Ia menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari peran UNAIR dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saat ini UNAIR sudah diaudit oleh British Standard Institution (BSI) dengan skor Malcolm Baldridge 703 atau sudah masuk kategori excellent level. Naik dari kategori sebelumnya yaitu industry leader. Kami terus berbenah sehingga dalam lima tahun ke depan bisa masuk jajaran 500 besar dunia,” ujar mantan Wakil Dekan II FK UNAIR ini mengenai sistem penjaminan mutu UNAIR. Prof. Djoko kemudian juga mengingatkan bahwa bagaimanapun UNAIR juga memiliki keterbatasan, namun demikian melalui studi banding ini ia berharap UMI dapat mengambil pelajaran demi kemajuan UMI ke depan.

Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR, Prof. Dr. Bambang Sektyari., drh., DEA kemudian menjelaskan bahwa UNAIR saat ini memiliki AIMS (Airlangga Integrated Management System) sebagai sistem penjaminan mutu terintegrasi.

“AIMS mengakselerasi pencapaian target-target mutu dari waktu ke waktu. Kita tetap mengacu pada standar-standar Dikti, namun demikian lebih penting lagi kita harus menetapkan sendiri target mutu yang ingin dicapai. AIMS ini tentu lebih tinggi dari standar Dikti,” ujar mantan Ketua PPMB UNAIR ini.

Prof. Bambang lebih lanjut mengatakan bahwa upaya peningkatan mutu perguruan tinggi harus mendapat dukungan penuh dari pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan.

Leadership adalah aspek penting dalam upaya peningkatan mutu universitas. UNAIR memiliki pimpinan yang peduli dengan ini. Kunjungan UMI ini juga membuktikan bahwa UMI juga memiliki pimpinan yang serupa,”

Guru Besar FKH UNAIR ini kemudian mengingatkan bahwa penjaminan mutu harus diupayakan oleh setiap universitas karena penjaminan mutu merupakan bagian dari upaya memperoleh kepercayaan dari masyarakat.(*)

Penulis : Yeano Andhika

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu