UNAIR Selenggarakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru kepada Kepala Sekolah se-Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana saat sosialisasi SNMPTN oleh Universitas Airlangga kepada 227 perewakilan SMA, SMK, MA, dan SPK se Surabaya (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2016 tengah berlangsung. Sejak 18 Januari 2016 sampai dengan 20 Februari 2016 nanti, kepala sekolah dan guru masih melakukan pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Tahapan seleksi, khususnya pada SNMPTN, masih menyisakan tanya di benak kepala sekolah dan guru.

Untuk membantu kelancaran proses SNMPTN dan SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri), Universitas Airlangga mengundang kepala sekolah  SMA, SMK, MA dan SPK se Surabaya mengikuti sosialisasi. kepala sekolah dan guru se-Surabaya, Rabu (3/2).

Pada sosialisasi yang bertempat di Aula Garuda Mukti, Universitas Airlangga tersebut, Rektor UNAIR dan jajarannya, serta Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dispendik Surabaya dan jajarannya, memberikan informasi secara terbuka  pada sekitar 300 perwakilan sekolah.

Dalam pengantar acara, Drs. Sudarminto, MPd – Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dispendik Surabaya menyatakan apresiasinya kepada pihak UNAIR . “Kami memang ingin mengundang panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, karena banyak hal yang perlu kami pahami. Tetapi sudah keduluan diundang pak Rektor UNAIR,” paparnya.

Prof Dr. M. Nasih, Rektor UNAIR, menjelaskan bahwa dalam proses SNMPTN 2016, pendaftar SNMPTN 2016 ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Pada sekolah terakreditasi A, sekolah diberi jatah 75%. Pada sekolah terakreditasi B, sekolah diberi jatah 50%, sedangkan pada sekolah terakreditasi C, sekolah diberi jatah 20%. Sisanya, sekolah dengan status lainnya diberi jatah 10%.

Lebih lanjut, Prof. Dr. M. Nasih menjelaskan bahwa pihak sekolah diperbolehkan untuk mendaftarkan siswa-siswanya yang layak didaftarkan untuk mengikuti proses seleksi SNMPTN tahun 2016. Kriteria hasil penelitian ditentukan oleh nilai rapor, portofolio akademik siswa, dan indeks integritas ujian nasional masing-masing sekolah.

Dengan penjelasan yang komunikatif, dan diselingi humor Rektor Unair, membuat peserta antusias dan merespon langsung dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Disampaikan juga oleh Prof. Nasih, bahwa tidak menutup kemungkinan nilai ujian nasional juga menjadi bahan pertimbangan bagi UNAIR untuk menerima mahasiswa baru jalur SNMPTN.

“Semua suara dalam forum MRPTNI (Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia) sepakat akan mempertimbangkan nilai ujian nasional. Namun, bobotnya sesuai dengan perguruan tinggi masing-masing,” tutur Prof. Nasih.

“Nilai UN itu paling tidak akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan indeks integritas sekolah. Itu bagian dari cara kita mempertimbangkan. Bukan mengkombinasikan nilai masing-masing orang,” imbuh Prof. Nasih.

Untuk itu, Prof. Nasih mendesak pemerintah agar pengumuman nilai ujian nasional tidak terlalu mepet dengan pengumuman hasil SNMPTN. Selain itu, ia juga meminta pemerintah agar jadwal ujian pelaksanaan ujian nasional dimajukan.

Rencananya, pada tahun 2016, daya tampung UNAIR akan berkisar pada angka 5.225. Sedangkan, kuota SNMPTN sekitar 2.080 kursi.

Di kesempatan sama, Suko Widodo selaku Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR juga menyampaikan secara terbuka bahwa jika ada informasi yang masih belum dipahami, pihak guru dipersilakan menghubungi atau datang langsung ke UNAIR. Bahkan, menurut Ketua PIH UNAIR, jika diperlukan, pihak UNAIR siap untuk memberikan sosialisasi langsung kepada guru BK dan siswa di sekolah. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Suko Widodo

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu