Mental Dental Entrepreneur Diperlukan Untuk Bersaing di Zaman Penuh Tantangan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Misbahul Huda (kiri) ketika berbicara di depan para mahasiswa FKG (Foto: Unair News)

UNAIR NEWS –  Program pelatihan bertajuk Revolusi Mental Dental Entrepreneurship digelar oleh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR Rabu (3/2). Para mahasiswa memadati ruang kuliah A dengan antusias. Tiga narasumber berbagi pengalaman dan pandangan terkait pentingnya revolusi dan transformasi mental. Mereka adalah Dekan FKG Dr. R. Darmawan Setijanto, drg, M. Kes, Ir. Misbahul Huda, MBA, dan Didik Madani, S. Sos., M.Med.Kom.

Secara umum, mereka menggarisbawahi, tantangan di masa depan pasti lebih beragam. Maka itu, perlu kreatifitas dalam menyongsong era baru tersebut. Darmawan berbicara tentang Best Practicess for Dental Entrepreneur.

Dia mengutarakan, para dokter gigi tidak cukup hanya buka praktek di garasi atau klinik. Perlu kreatifitas untuk membuat usaha menjadi lebih luas dan berjaringan kuat. Kemampuan membaca peluang merupakan sebuah keniscayaan. Harus ada perubahan perspektif. Dengan demikian, wawasan akan lebih luas.

“Kuncinya, integritas, profesionalisme, dan jiwa entrepreneur,” kata dia.

Misbahul Huda membagi pengalamannya terkait spiritual. Topik yang dia bawakan adalah Entrepreneurship Berbasis Spiritual. Dia mengatakan, spiritualitas adalah aspek yang tidak bisa ditawar. Seseorang boleh kaya secara mental, matang secara emosional, namun bila spiritualnya kosong, kehidupan bakal sia-sia. Kecemasan akan terus merongrong dalam setiap langkah.

“Kedekatan dengan Tuhan akan menguatkan kita untuk optimis dalam persaingan di masa datang. Ingat, di masa MEA, tukang setrika saja bisa datang dari luar negeri. Apalagi, dokter gigi,”  ungkap lelaki yang sukses menjadi direktur di sejumlah usaha percetakan dengan skala nasional tersebut.

Di sisi lain, dia mengingatkan tentang keharusan untuk introspeksi diri. Seseorang harus bertanya pada diri sendiri, apakah yang dilakukan selama ini bermanfaat atau tidak. Kalau sudah bermanfaat, harus bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.

Yang terpenting, jangan pernah membatasi diri. Sebab, manusia tercipta unlimited. Jangan ada mental-block. “Pintar dan kaya itu wajib. Sukses itu mandiri di usia dini. Semua mahasiswa memiliki potensi luar biasa. Kreatifitas bisa digali,” papar dia.

Pembicara terakhir dalam kesempatan itu adalah Didik Madani. Dia bercerita tentang Atractive Self for Dental. Secara prinsip, semua orang memiliki potensi yang tak terbatas dan bisa dikembangkan. Jangan pernah merasa minder. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu