Indonesia Harus Mewaspadai Virus Zika

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Direktur Utama Institut Ilmu Kesehatan Universitas Airlangga Prof. Dr. Nasronuddin, dr., Sp.PD-KPTI. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Virus Zika berpotensi menjangkiti penduduk Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Utama Institut Ilmu Kesehatan Universitas Airlangga Prof. Dr. Nasronuddin, dr., Sp.PD-KPTI, Senin (1/2), ketika ditemui di ruangannya di RS UNAIR.

Kesamaan geografis Indonesia dengan Brasil dan negara-negara Amerika Latin yang saat ini tengah menghadapi wabah virus Zika yaitu sama-sama negara tropis menjadi salah satu penyebab mengapa virus ini berpotensi menjangkiti penduduk Indonesia.

“Virus ini satu kerabat dengan virus dengue dan chikungunya yang banyak ditemui di Indonesia. Nyamuk yang menjadi vektor pembawa virus ini, yakni Aedes aegypti dan Aedes albopictus juga ada Indonesia,” ujar pria kelahiran Ponorogo ini menjelaskan lebih lanjut tentang kemungkinan penyebaran virus ini di Indonesia.

Guru Besar FK UNAIR ini juga menyebut bahwa Lembaga Eijkman di Jakarta juga sudah mengidentifikasi adanya satu kasus Zika di Jambi tahun lalu. Ia meminta agar masyarakat untuk senantiasa waspada dengan virus ini.

“Rakyat Indonesia tentu perlu waspada terutama apabila mengidap demam dengan tanda-tanda panas disertai kemerahan pada kulit dan mata,” ujarnya sambil menyarankan masyarakat untuk memeriksakan diri lebih lanjut ke rumah sakit jika mengalami gejala demikian.

Ia menjelaskan bahwa virus Zika ini menjadi perlu diwaspadai terutama oleh para ibu hamil karena mampu menyebabkan gangguan pada pertumbuhan otak janin, yakni penyusutan masa otak (microcephaly) dan penurunan tingkat kecerdasan.

Ia mengimbau kepada para ibu hamil untuk menjaga kandungannya terutama di trimester pertama, fase terjadinya pembentukan organ. Lebih lanjut, menurut Prof. Nasron, jika virus Zika di Indonesia sudah mewabah sebagaimana yang terjadi di Amerika Latin, ia menyarankan kepada warga Indonesia untuk menunda kehamilan hingga masa aman.

Ditanya mengenai kesiapan RS UNAIR menerima pasien yang terinfeksi virus Zika, pria yang juga Direktur RS UNAIR ini menyatakan kesiapannya.

“RS UNAIR memiliki fasilitas yang mumpuni, lengkap dan optimal menuju ideal. Seandainya ada kasus Zika, kita siap menangani.” ujarnya mantap.

Virus Zika pertama kali ditemukan pada monyet-monyet di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Virus ini sendiri saat ini tengah mewabah dan menimbulkan kepanikan luar biasa di Brasil dan dunia internasional akibat banyaknya orang yang dijangkiti. WHO memperkirakan paling tidak akan ada empat juta orang yang mungkin terinfeksi virus Zika di tahun ini.

Penulis: Yeano Andhika

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu