DPR RI: UNAIR, Kampus Besar yang Harus “High Profile”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
teguh
Teguh Juwarno (tiga dari kanan) memimpin rombongan DPR RI saat berkunjung ke UNAIR (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) adalah kampus terbesar di kawasan Indonesia Timur. Perguruan tinggi ini sudah berpengalaman sejak 1954. Para akademisi, alumni, dan mahasiswa dari UNAIR telah memberikn sumbangsih secara kongkret untuk bangsa dan negara.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Angket DPR RI tentang Pelindo II Ir H. Teguh Juwarno saat bertandang ke kantor manajemen UNAIR selasa (1/2) lalu. Politisi PAN tersebut datang bersama rombongannya. Yakni, Ir. H. Irmadi Lubis (PDI Perjuangan), Dwi Aroem Hidayatie S.Kom (Partai Golkar), Wahyu Sanjaya SE (Partai Demokrat), H. Nasril Bahar SE (PAN), dan Irma Suryani (Nasdem).

Kedatangan mereka bertujuan meminta saran dan masukan dari para pakar UNAIR. Nah, sebelum acara inti berlangsung, Teguh sempat menyampaikan kesannya yang mendalam tentang kampus ini. “Saya punya banyak pengalaman dengan UNAIR. Terutama, saat saya menjadi staf khusus Mendikbud dan membahas tentang Education Hospital dengan para ahli kampus ini,” ujar pria yang pernah aktif sebagai jurnalis televisi itu.

Di sisi lain, dia mengamati tentang potensi besar seluruh akademisi UNAIR. Teguh menilai, secara umum para dosen dan peneliti di UNAIR memiliki kapasitas di atas rata-rata. “Tapi harus diakui pula, kalau para pakar di UNAIR ini masih perlu diitik-itik (dirangsang, Red) biar lebih sering tampil di media massa. Saya lihat UNAIR lebih suka low profile. Padahal, tidak masalah juga kalau High Profile dengan kualitas yang memang sudah hebat ini, ” ungkap Teguh. “Apalagi sekarang komandan humasnya (Ketua Pusat Informasi dan Humas Suko Widodo, Red) mantan penasehat Republik Mimpi (acara yang pernah tayang di Metro TV, Red),” selorohnya seraya tertawa.

Teguh menilai, aspek komunikasi publik UNAIR perlu diberi perhatian serius. Sebab, ini terkait dengan citra dan branding kampus. Untuk dipahami, kata dia, tampil di media itu bukan melulu soal narsis. Kerap kali, sumbangsih saran dan opini di media massa sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Suko Widodo mengatakan, pihaknya memang sedang melakukan optimalisasi di bidang komunikasi publik. “Tapi tentu saja, PIH (Pusat Informasi dan Humas) perlu bersinergi dengan elemen lain di dalam kampus. Saya sudah merancang program untuk penguatan aspek komunikasi publik baik yang berhubungan dengan internal maupun eksternal UNAIR,” kata dosen FISIP tersebut. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu