Lagi, 370 Alumni FK UNAIR Ukir Namanya dalam Prasasti

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Di antara nama-nama alumni FK lulusan 1997-1999 yang siap ditanam pada dinding prasasti di dinding kampus FK UNAIR.(Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Sebanyak 370 alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) lulusan tahun 1997, 1998, dan 1999 mencatatkan namanya masing-masing dalam “Prasasti Alumni” FK UNAIR, yang diresmikan Minggu (31/1). Peresmiannya dilakukan oleh Dekan FK Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K) dan dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak.

Dengan diresmikannya Prasastri Alumni dari tiga angkatan kelulusan ini maka menambah kelengkapan Prasasti Alumni FK UNAIR yang sudah terpahat kokoh di dinding kampus sejak alumni pertama era NIAS (Netherlands Indische Artsen School – cikal bakal FK UNAIR) tahun 1923. NIAS sendiri didirikan tahun 1913.

Seperti diketahui, Prasasti Alumni FK ini dibuat untuk mereka yang telah menyelesaikan pendidikan dokter di kampus Karangmenjangan Surabaya ini. Otomatis dalam prasasti ini juga memuat lulusan NIAS (meluluskan sejak 1923), lulusan Djakarta Ika Dai Gaku, hingga lulusan FK UNAIR. Prasasti ini diinisiasi oleh delapan alumni FK UNAIR yaitu dr. Indropo Agusni, dr. Fery Hudowo Soedewo, dr. Rowena G. Hoesin, dr. Hendy M. Koesnoeljakin, dr. Herainy Hartono Mintohardjo, dr. Sidarti S. Satjadibrata, dr. Irma D.A. Lasmono, dan dr. Elyana Suhartono Asnar. Kemudian prasasti diresmikan pada tanggal 25 Mei 2002.

Ketua IKA FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K) mengajak semua alumni bersyukur bahwa namanya terpampang pada dinding almamater kampus kharismatik ini. Karena itu ia mengajak rekan sejawatnya untuk selalu ingat terus pada almamater, untuk kemudian menjaga namanya dengan tetap menjaga professi ini sebagai professi mulia, serta mendorong semua untuk terus berprestasi.

Hal senada juga disampaikan Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K). Ia berharap para alumni FK turut berkontribusi mendukung almamater sebagai upaya FK menunjang UNAIR untuk menuju sasaran yang dibebankan pemerintah yaitu menjadi 500 perguruan tinggi terbaik dunia. Karena itu, FK menyatakan siap sebagai salah satu motor UNAIR untuk menggapai sasaran tersebut. Hal itu berani dinyatakan karena FK merupakan salah satu ”gudangnya” para peneliti.

PRASASTI Alumni FK UNAIR yang diawali dari lulusan NIAS (1923-1941), lulusan Djakarta Ika Dai Gaku (1943-1945), hingga kini menjadi FK UNAIR. (foto: Bambang Bes)
PRASASTI Alumni FK UNAIR yang diawali dari lulusan NIAS (1923-1941), lulusan Djakarta Ika Dai Gaku (1943-1945), hingga kini menjadi FK UNAIR. (foto: Bambang Bes)

”Dalam melaksanakan kegiatan apapun, apalagi kegiatan ilmiah, hendaknya juga dilaporkan kepada fakultas, untuk kemudian fakultas yang akan menindaklanjuti untuk dipublikasikan ke masyarakat,” tandas Guru Besar Ilmu Urologi FK UNAIR itu.

Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih dalam sambutannya juga mengapresiasi positif adanya tradisi mencatatkan nama alumni pada dinding prasasti ini. “Jangan khawatir akan kehabisan dinding, bila perlu nanti kita bangun ‘Twin Tower’ khusus untuk menempel nama para alumni,” katanya.

Pencantuman nama pada prasasti seperti ini, menurut Rektor, setidaknya ada dua makna. Pertama, secara historis akan selalu mengingatkan para alumni, dimana pun mereka bertugas, untuk selalu ingat kepada almamater. Kedua, sebagai alumni yang namanya tercatat pada prasasti, secara otomatis akan turut bertanggungjawab menjaga dan menjunjung nama baik almamater. Apalagi keberadaan alumni juga penting dalam perankingan universitas, yaitu sebagai employer reputation.

”Karena itu kami juga titip pesan kepada almamater untuk ikut bersama-sama membesarkan almamater, sehingga baik-buruk dan maju-mundurnya universitas juga bisa dilihat dari para alumninya dan professinya,” kata Pak Rektor. (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu