Amalia saat beraksi di ruang siaran Andika FM (Foto: Foto Dokumentasi Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Perjalanan karir Amalia Rosyadi Putri seusai menjalani studi S2 Media dan Komunikasi UNAIR tergolong mulus. Ibu satu anak yang lulus pada 2015 itu kini sukses sebagai penyiar di Radio Andika Kediri. Tak hanya itu, dia juga langsung diangkat menjadi dosen di IAIT (Institut Agama Islam Tribakti) Kediri dan dosen tamu peminatan promosi media STIKES Surya Mitra Husada Kediri.

“Sebelumnya saya memang sudah aktif siaran. Namun, pas kuliah magister, mengundurkan diri. Biar bisa fokus. Nah, ternyata pas sudah lulus, diminta kembali siaran di sana,” kata alumni angkatan awal di prodi S1 komunikasi dan penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri.

Sementara soal profesinya yang menjadi dosen, pegiat di ISNU Kediri yang menyelesaikan studi S2-nya selama tiga semester dengan nilai tesis A tersebut mengaku itu adalah bentuk panggilan hati. Penulis tesis Penerimaan Khalayak Terhadap Bahasa yang Digunakan Mbah Karso dalam Program Acara Www. Mbah Karso. Com di KSTV Kediri ini merasa harus mengabdi pada masyarakat melalui profesi pengajar.

Perempuan yang juga aktif menjadi MC di berbagai acara ini berencana mencari beasiswa S3 dalam waktu dekat. Salah satu program yang tengah dia incar adalah dari Kemenag. “Saya ingin mendaftar program beasiswa 5.000 doktor perguruan tinggi Islam yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Saat ini saya sedang mempersiapkan berkas-berkas persyaratan,” ujar salah satu aktivis Muslimat NU tersebut.

Dia belum menentukan kampus mana yang dijadikan tujuan. Bisa di Jawa Timur, bisa juga di tempat lain. Bahkan, mungkin saja di luar negeri. Segala aspek masih dipertimbangkan bersama pihak kampus asal dan keluarga. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone