religi
Wawancara UKM Seni Religi di Radio UNAIR. (Foto: Radio UNAIR)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

RADIO UNAIR – Berdakwah selalu identik dengan ceramah di mimbar di depan halayak luas. Padahal berdakwah sendiri bisa dilakukan melalui berbagai macam cara. Seperti Sunan Kalijaga pada jaman dulu, beliau berdakwah dengan menggunakan simbol budaya jawa seperti menggunakan Wayang, Gamelan dan tembang tembang Jawa yang disisipkan dalam ajaran Islam.

Sama seperti yang dilakukan UKM Seni Religi Airlangga, UKM baru di Universitas Airlangga ini menggunakan seni sebagai media dakwah. Cara ini sangat kreatif digunakan sekaligus menampung minat dan bakat mahasiswa yang tertarik berkesenian islami.

Tujuan terbentuknya UKM ini selain sebagi media syiar dakwah juga menyuarakan shalawat di Universitas Airlangga. UKM Seni Religi Airlangga sendiri baru mendapat SK (Surat Keputusan) resmi sebagai UKM di awal bulan Januari ini. Sebelumnya, UKM ini hanya sebuah komunitas gabungan yang merupakan kumpulan komunitas-komunitas seni islami dari beberapa fakultas.

UKM Seni Religi mempunyai empat divisi yaitu Al banjari, Nasyid, MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), dan kaligrafi. Meskipun baru seumur jagung, prestasi yang ditorehkan UKM Seni Religi ini sudah luar biasa, beberapa anggota UKM Seni Religi ini pernah didelegasikan untuk mengikuti lomba MTQMN 2015 di Universitas Indonesia dan menyabet Juara umum ketiga dalam tingkat nasional.

Berikut wawancara Radio Unair dengan anggota UKM Seni Islami Airlangga pada tanggal 19 Januari 2016. (faf)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone