Akreditasi 4 Prodi Di UNAIR Naik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
kampus c
Kampus C Universitas Airlangga (Foto: Alifian Sukma/UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Empat program studi (prodi) di UNAIR naik akreditasi. Pendidikan Ners (S1), Pendidikan Ners (Profesi), Sastra Indonesia (S1) yang semula B menjadi A, dan Analis Medis (D3) yang semula C menjadi B.

Akreditasi Prodi Ners Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR sudah berjalan selama tiga kali. Terhitung sejak berdiri pada tahun 1998, akreditasi pertama kali dilaksanakan pada tahun 2005 dengan nilai C, selanjutnya pada tahun 2010 dengan nilai B, dan baru pada tahun 2015 mendapat predikat A.

Persiapan tiap lima tahunan ini memang waktu yang cukup lama untuk terus berbenah. Pada tahun 2015, asesor Prodi Ners dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

“Pada tahun 2010 kami masih diakreditasi oleh BAN-PT, untuk tahun ini sudah diakreditasi oleh LAM-PTKes,” ujar Dr. Kusnanto, S.Kp., M.Kes., selaku wakil dekan I FKp UNAIR.

Ditemui reporter UNAIR NEWS di ruang kerjanya, Kusnanto mengatakan bahwa tahun 2016 ini akan mengejar akreditasi tingkat ASEAN, ASEAN University Network (AUN).

Selain prodi Pendidikan Ners, prodi Sastra Indonesia juga naik akreditasinya. Dra. Dwi Handayani, M.Hum., selaku ketua program studi Sastra Indonesia menuturkan, selama 4 hingga lima tahun ini prodi Sastra Indonesia banyak berbenah.

“Sesuai dengan target rektor, semua prodi di UNAIR harus terakreditasi A di tahun 2020. Kami menjadi terpacu dengan target itu”, tuturnya.

Beberapa hal yang dirasakan Dra. Dwi Handayani, M.Hum. mengalami peningkatan di Sastra Indonesia yaitu tingginya angka penelitian, kerjasama dengan lembaga luar, melangsungkan bermacam pengabdian masyarakat, dan banyaknya alumni yang bekerja linear sesuai dengan jurusan. Selain itu, kualitas SDM juga mempengaruhi kualitas program studi. Saat ini, terdapat 6 doktor dan 1 profesor di prodi Sastra Indonesia.

Kedepan, prodi-prodi yang telah terakreditasi A harus bisa mempertahankan akreditasinya, bahkan naik menuju akreditasi internasional.

“Tantangan ke depan supaya lebih rajin untuk mendokumentasikan segala bentuk kegiatan yang berlangsung. Selain itu, masing-masing dosen diharapkan membuat buku ajar, bukan hanya bahan ajar, yang ber-ISBN, dan juga membuat jurnal internasional yang terindeks scopus”, tutur Dwi. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu