7 Cara Ini Bikin Kamu “Bertahan Hidup” Saat Uang Beasiswa dan Kiriman Ortu Telat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto Ilustrasi google

UNAIR NEWS – Akan ada masa dimana mahasiswa, baik perantau maupun tidak, merasakan krisis di akhir bulan. Krisis apalagi kalau bukan uang. Ada masanya mahasiswa harus mengalami keadaan dimana kiriman uang dari orangtua terlambat, atau uang beasiswa yang tak kunjung turun.

Disaat uang menipis dan masih terdapat berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi, bagaimana caranya untuk “bertahan hidup” hingga dana masuk kembali? Berikut berbagai tips jitu dan sharing pengalaman-pengalaman dari beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi (Fpsi) UNAIR.

1. Meminta Kiriman Uang Di Awal Bulan

Inggrid Wardhani Rahayuningsih, mahasiswa FPsi semester 3 asli Surabaya, lebih memilih meminta uang bulanan di awal daripada diakhir bulan.

“Jadi setelah orangtua gajian, aku langsung minta”, paparnya.

Seandainya keperluan meningkat dipertengahan bulan, Inggrid masih bisa meminta tambahan uang kepada orangtuanya.

2. Lebih Berhemat Saat Makan Siang

Bagi mahasiswa yang berdomisili asli Surabaya, solusi disaat uang orangtua telat memberi uang bulanan adalah berhemat uang saat makan siang dengan memilih makan di rumah.

Kan sekarang 10.000 aja masih kurang, gitu. Kalau uang sudah mepet 10.000, mungkin makan siangnya pilih yang murah, dan lebih banyak makan di rumah”, ujar Inggrid.

Namun, bagaimana dengan mahasiswa yang indekos? Seperti yang yang diceritakan oleh Muhammad Hanifa Khairurahman, Ketua BEM FPsi UNAIR, dia bahkan hanya makan sekali dalam sehari. Namun, terkadang Hanif tetap menyempatkan diri untuk sarapan. Bagi Hanif, kendala utama saat uang menipis di akhir bulan adalah pengeluaran untuk makan, bukan pengeluaran yang lainnya.

“Kalau bisa makannya dipadetin, atau numpang makan dimana, gitu, bareng teman-teman. Jangan makan sendirian, jadi rame-rame di rumah teman”, ujar Hanif.

3. Cari Penghasilan Tambahan

Selain bergantung dari kiriman uang dari orangtua, ada baiknya menyempatkan diri untuk mengambil kerja paruh waktu atau mengikuti kegiatan yang memberi upah tertentu, mengikuti penelitian dosen, misalnya. Hanif sendiri pernah berpengalaman mengambil jobdesk sebagai seorang partisipan tester yang dibayar.

Sisa uang yang dimiliki bisa juga digunakan untuk mengambil barang yang bisa dijual kembali. Kamu bisa mengambil barang yang sekiranya banyak dibutuhkan oleh teman-temanmu. Selain itu, bisa juga menawarkan jasa untuk menjadi juru fotocopy. Tawarkan materi atau diktat dari dosen untuk digandakan dan menjadi bahan belajar teman-teman.

4. Meminjam Uang Teman

Tidak ada salahnya meminta uang pinjaman dari teman sendiri, tentu kepada teman dekat dan mereka yang mengizinkan untuk memberi.

“Seandainya kepepet, terpaksa pinjam duit ke teman. Jadinya lebih ke fast response, gitu. Seandainya sudah tahu uang bakal telat dan nggak ada simpanan lagi, kita langsung pinjem teman saja”, tutur Inggrid.

Selain itu, menurut Inggrid, disaat terpaksa meminjam uang tidak perlu dianggap terlalu serius, mereka (teman –red) juga pasti mengerti situasi yang sedang kita alami.

Hanif juga pernah memiliki pengalaman uang menipis di akhir bulan, dan hanya memiliki sisa 100.000 untuk memenuhi kebutuhannya selama satu minggu.

“Terpaksa mau nggak mau, harus pinjam uang teman dulu. Soalnya kalau ngomong ke orangtua, gimana, gitu”, ujar Hanif.

5. Lebih Sadar Untuk Menghemat Pengeluaran

Menurut Inggrid, mahasiswa harus lebih sadar diri dan menabung uang sebagai simpanan untuk kebutuhan mendadak. Misalnya, dengan mencicil 20.000, agar diwaktu tertentu uang simpanan dapat langsung digunakan.

“Kita harus lebih sadar untuk tidak berfoya-foya dan lebih mampu mengelola keuangan”, tutur Inggrid.

6. Ngebon di Warung Dekat Asrama

“Saat jadi mahasiswa, waktu uang beasiswa tak kunjung turun, biasanya saya ngebon (hutang –red) di warung depan asrama”, tutur Nuri, alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR yang baru diwisuda akhir tahun lalu.

Tentu, untuk bisa dipercaya, perlu kiranya untuk menjalin hubungan yang baik dengan tetangga sekitar.

7. Jangan Kaget dan Panik

Pastinya disaat menghadapi situasi berikut, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik dan sabar memikirkan solusi terbaik. Cari jalan keluar dengan menggunakan tips-tips di atas dapat membantu kalian yang sedang mengalami uang kiriman yang telat. (*)

Penulis: Aldi Syahrul Putra
Editor: Binti Q. Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu