Keluarga Mahasiswa NU Komitmen Dukung UNAIR “Excellence with Morality”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kegiatan Ziarah Ke Makam Sunan Ampel pada Desember 2015 (Foto: dokumentasi KMNU)

UNAIR NEWS – KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) merupakan komunitas yang didirikan pada 2014. Markasnya, di Jojoran Timur Blok C/25. Meskipun terbilang baru, anggota komunitas ini sudah mencapai sekitar 100 mahasiswa. Latar belakang pembentukan KMNU adalah membuat wadah silaturahim mahasiswa NU di UNAIR.

Pada awal berdirinya, KMNU dipimpin oleh Mochammad Baihaqi Al Chasan mahasiswa Sejarah Fakultas Ilmu Budaya. Estafet kepemimpinan saat ini berpindah ke tangan Mohammad Irhason, mahasiswa Sosiologi 2013.

Secara umum, KMNU ingin menjadi komunitas yang islami. Para anggota dituntut menjadi sosok yang penuh kasih sayang. Tak hanya itu, para anggota harus serius dalam belajar dan meraih cita-cita. Sebagai bentuk tanggung jawab pada perintah agama dan pengabdian pada orang tua. Di sisi lain, memberi manfaat pada lingkungan (termasuk, kampus) juga berada pada posisi penting.

“Pada prinsipnya, motto Excellence With Morality yang dimiliki UNAIR senada dengan gagasan awal pembentukan KMNU. Kami ingin menjadi komunitas yang intelek sekaligus agamis. Unggul dari segi akademik dan bermoral baik,” kata Baihaqi.

Maka itu, program kerja atau kegiatan yang dilaksanakan KMNU pasti memiliki konsep yang mensinergikan kemampuan akademik plus nilai moral. Misalnya, diskusi tentang perkembangan Iptke dan agama. Bahkan, kesenian yang bersifat estetik pun ditampilkan.

“Mahasiswa harus sopan dan terpelajar. Juga, peduli pada keindahan,” kata Irhason.

Kegiatan safari maulid pada 2015 lalu di Masjid Kampus B UNAIR (Foto: dokumentasi KMNU)
Kegiatan safari maulid pada 2015 lalu di Masjid Kampus B UNAIR (Foto: dokumentasi KMNU)

Di samping hal-hal yang disinggung di atas, KMNU juga memiliki banyak kegiatan lain. Tentu saja, nafasnya tak jauh-jauh dari sisi religi. Misalnya, konser Sholawat Isra Mikraj, tahlilan, sholawat dhiba bersama, ziarah wali, dan sebagainya.

“Dalam setiap pertemuan atau kegiatan, kami selalu saling mengingatkan. Bahwa, mahasiswa yang baik itu harus memiliki pemikiran unggul dan berprestasi. Juga, tetap menjunjung norma agama. Jangan sampai timpang. Kami paham, menuntut ilmu itu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Tuhan,” tambah Irhason. (*)

Penulis: Yulis Majidatul Choiriah
Editor: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu