Kisah Dharmawangsa dan Airlangga, Dua Nama Paling Ikonik di Kampus B

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
dharmawangsa
Jalan Dharmawangsa. (Foto: skyscrapercity.com)

UNAIR NEWS – Mahasiswa UNAIR mana yang tak tahu Jalan Dharmawangsa. Sebuah jalan yang terletak di sekitar kawasan kampus B Universitas Airlangga. Berada tepat di sekitaran pintu keluar. Jalan Dharmawangsa merupakan jalur yang tak pernah sepi oleh lalu lalang para mahasiswa.

Mengingat letaknya yang strategis dan dekat dengan kawasan kampus, tak heran jika banyak warga menjadikan kawasan ini sebagai lahan berbagai macam usaha. Berbagai usaha seperti kuliner,  rumah kost, hingga jasa fotocopy dan warnet dapat dengan mudah ditemukan di sana.

Meski menjadi kawasan yang tak lagi asing bagi para mahasiswa, tak banyak yang tahu mengenai kisah yang tersimpan di balik nama Dharmawangsa. Siapa sangka, Dharmawangsa menyimpan kisah berliku tentang perjalanan hidup Prabu Airlangga. Prabu Airlangga sendiri, merupakan nama raja yang menjadi inspirasi nama kampus UNAIR. Mengulik sedikit sejarah perjalanan Prabu Airlangga, kita akan menemukan korelasinya.

Dikisahkan, Prabu Airlangga yang merupakan raja sekaligus pendiri Kerajaan Kahuripan memiliki seorang paman. Dengan alasan mempererat tali kekeluargaan, sang paman menikahkan Airlangga muda dengan seorang putrinya. Tragisnya, di tengah pesta pernikahan yang digelar di Kota Wwatan, serangan besar tanpa diduga datang dari pasukan Wurawari yang mendapat dukungan dari laskar Sriwijaya.

Malang tak dapat ditolak, sang paman tewas dalam serangan tersebut. Sementara Airlangga berhasil melarikan diri ke sebuah hutan dan memulai kehidupannya sebagai seorang pertapa. Paman Prabu Airlangga memiliki gelar Sri Maharaja Isana Dharmawangsa Teguh Anantawikramotunggadewa. Jelaslah kiranya, Dharmawangsa adalah paman yang sekaligus mertua bagi Prabu Airlangga.

Kendati namanya tak setenar Airlangga, keberadaan Dharmawangsa memiliki peran besar dalam kehidupan Sang Prabu. Tak hanya sebagai seorang paman dan mertua, kecakapan Raja Dharmawangsa dalam memimpin kerajaan turut berimbas bagi perjalanan Prabu Airlangga.

Dikisahkan, setelah Dharmawangsa gugur oleh serangan Wurawari, Kerajaan Medang tiba pada masa kehancuran. Hancurnya ibukota Wwatan yang disusul dengan banyaknya daerah bawahan yang melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Medang, menjadi titik awal kehancuran kerajaan ini. Kondisi inilah yang memaksa Airlangga bekerja sangat keras membangun kembali kerajaan yang hancur pasca kematian sang paman.

Nah, itu tadi sekelumit kisah tentang Dharmawangsa dan Airlangga. Tentu, masih belum komplit. Bagi yang mau mendalaminya, sangat disarankan untuk mencari literatur lain yang komprehensif.

Di sisi lain, mudah-mudahan mahasiswa UNAIR memiliki ketertarikan dan paham sedikit tentang cerita tersebut. Bukankah, jalan Dharmawangsa sulit dilepaskan dari kehidupan mereka. Maklum, ruas tersebut nyaris tiap hari dilewati.

Jangan sampai, yang diketahui sekadar warung makannya. “Kisah di balik nama Jalan Dharmawangsa? Aku tahunya cuma banyak penyetan enak di situ kalau malam”, kelakar seorang mahasiswa sambil terbahak. (*)

Penulis : Nourma Vidya P.
Editor: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu