Prof. Anwar: Inovasi Peternakan Bisa Kendalikan Penyakit pada Hewan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Anwar Ma'ruf, M.Kes, drh saat sedang memberikan pidato mengenai Inovasi Peternakan melalui Komunikasi Sel. (Foto: Yitno Ramli)

UNAIR NEWS – Prof. Dr. Anwar Ma’ruf, M.Kes, drh., dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar ke-446 Universitas Airlangga, Sabtu (16/1) menyampaikan orasi ilmiah berjudul Inovasi Pengendalian Penyakit dan Peningkatan Produksi Ternak Melalui Komunikasi Sel Secara Fisiologi Veteriner.

Guru besar UNAIR PTN-BH ke-154 ini mengatakan bahwa dengan mengendalikan komunikasi sel, kita bisa mengendalikan penyakit pada hewan dan meningkatkan produksi ternak.

Seperti halnya manusia yang saling berkomunikasi, sel-sel di dalam jaringan pun saling berkomunikasi untuk menjalankan fungsinya bagi tubuh kita. Sel berkomunikasi melalui pesan kimiawi yang berikatan dengan reseptor protein di permukaan sel atau dalam kondisi tertentu di sitoplasma atau inti sel.

Terdapat tiga jenis komunikasi antar sel yang umum, yaitu komunikasi saraf, komunikasi endokrin (hormon), dan komunikasi parakrin (difusi produk sel). Sementara itu, ada juga komunikasi antar sel yang bersifat khusus, yaitu komunikasi autokrin dan jukstakrin.

Di dalam komunikasi sel, terdapat reseptor di sel yang tersusun atas protein. “Protein reseptor ini jumlahnya berubah-ubah sebagai respon terhadap berbagai rangsangan,” jelas Prof. Anwar.

Pada hewan bersel banyak, terdapat sensor komunikasi sel, yang merupakan mekanisme pengatur untuk mempertahankan lingkungan sel dalam keadaan normal. Kegagalan dalam komunikasi sel dari adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan, menimbulkan gangguan pada fungsi sistem tubuh.

“Dalam kondisi sakit, komunikasi ini dalam keadaan menyimpang. Kita bisa mengendalikan komunikasi sel yang tidak normal untuk kembali normal,” papar Guru Besar aktif ke-22 Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR ini.

Selain untuk pengendalian penyakit, intervensi pada komunikasi sel juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak. “Dengan mencermati elemen-elemen dalam komunikasi sel secara fisiologi veteriner untuk mempertahankan keadaan normal (homeostatis), dapat dilakukan intervensi pada komunikasi sel yang bertujuan untuk inovasi pengendalian penyakit dan peningkatan produksi ternak,” pungkas Prof. Anwar.(*)

Penulis : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu