Rangkuman Berita Media Tentang UNAIR Hari Ini (14/1/16)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
johan budi
Johan Budi. (Foto: metrotvnews.com)

Dokter Budi Jadi Rujukan Pecandu

Berdasar hasil pengintaian unit Berantas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika golongan III oleh dr. Harryanto Budi sebagai obat terapi pecandu putau. Semula dr. Budi sudah lama menjual bebas obat jenis Subutex kepada pecandu narkoba. Dia mengaku pernah mendapat pelatihan dan sertifikat tentang pemberian obat terapi pecandu.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr. Poedjo Hartono SpOG, alumni FK UNAIR, tidak membenarkan tindakan sejawatnya itu karena menyalahi profesi. Menurutnya memang ada beberapa obat yang mengandung narkotika sebagai obat penenang. Namun, pemberian resepnya tidak bisa sembarangan dan harus sesuai diagnosis.

Jawa Pos, Kamis, 14 Januari 2016

Fungsi Jantung Menurun Hingga 18 Persen, Totok Tri Merasa Lolos dari Maut

Kisah hidup Totok Tri Widodo 43 tahun sungguh luar biasa. Fungsi jantungnya menurun hingga tinggal 18 persen. Penurunan fungsi jantung tersebut merupakan imbas dari pola hidup yang tidak sehat. Ketika di Jakarta, ia mengonsumsi makanan berlemak dan merokok. Kepala tim operasi dr Yan Efrata Sembiring SpBTKV (K) alumni FK UNAIR menyatakan bahwa dua arteri koroner Totok sudah buntu, sementara satu lagi berfungsi 90 persen. Dalam operasi, dr. Yan dan timnya membuat by pass atau jalan baru untuk jalan darah di jantungnya. Ia optimis fungsi jantung Totok akan meningkat setelah kondisinya pulih. Namun pasca operasi, Totok harus rajin berolahraga dan menjaga pola makan agar by pass tersebut tidak mengalami penyumbatan.

Jawa Pos, Kamis, 14 Januari 2016

Opini: Jubir Presiden Dan Pola Komunikasi Pemerintah
Oleh Eko Setiawan, Alumni Pascasarjana Media dan Komunikasi Universitas Airlangga

Presiden Jokowi akhirnya resmi menunjuk Johan Budi S.P. sebagai juru bicara (jubir) kepresidenan. Penunjukan Johan itu tentu layak disambut dengan baik setelah setahun terakhir bentuk komunikasi Presiden Jokowi kepada publik tidak cukup menggembirakan. Berbagai langkah presiden mulai pembentukan Tim Komunikasi Presiden hingga mengeluarkan inpres tentang komunikasi public, menyiratkan bahwa presiden menaruh perhatian besar dalam hal penyampaian informasi kepada masyarakat secara komprehensif, berkesinambungan serta mudah dimengerti. Semoga dengan penunjukan Johan Budi sebagai jubir presiden yang secara khusus juga mendapat tugas mengoordinasi humas-humas di kementrian akan mengurangi keriwetan informasi pemerintahan.

Jawa Pos, Kamis, 14 Januari 2016

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu