Menachem Ali, Keliling Dunia Berburu Manuskrip Kuno

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
EDITED-berita-manuskrip M. ali
Menachem Ali saat berada di salah satu negeri yang dikunjunginya. Dia hobi mengoleksi manuskrip lawas. (Foto: dok. M. Ali)

UNAIR NEWS – Memiliki koleksi naskah maupun kitab langka merupakan hobi yang jarang dimiliki kebanyakan orang. Apalagi berburu buku antik dan langka ke pasar-pasar loak hingga ke luar negeri. Hal inilah yang menjadi perhatian khusus Mochammad Ali, S.S., M.A. Min., dosen filologi program studi Sastra Indonesia FIB UNAIR. Ribuan buku langka tersimpan rapi dalam raknya.

“Saya punya program untuk mengoleksi semua manuskrip yang merupakan heritage Indonesia, khususnya Jawa Timur yang masih tersebar di masyarat maupun di pasar loak. Sengaja saya beli daripada nanti dibeli oleh orang asing,” ujar dosen yang berkonsentrasi pada kajian filologi pesantren itu.

Sebagai dosen, Ali merasa harus memberikan sesuatu yang terbaik bagi mahasiswanya, terutama berkaitan dengan manuskrip pesantren dan keislaman. Ia mulai berburu manuskrip dan buku langka sejak 2009, ketika ia mengajar sebagai dosen di FIB UNAIR.

“Kalau bentuk fisik manuskrip yang saya bawa, mahasiswa bisa tertantang untuk tahu heritage Indonesia itu seperti apa,” ungkap Ali ketika ditemui di kediamannya.

Selain manuskrip, lelaki kelahiran Gresik ini juga mengoleksi buku-buku cetak tua. Ia mendapatkan sebagian besar koleksinya saat menyusuri pasar loak. Menurutnya, banyak hal yang menarik di pasar loak sehingga selalu menjadi tujuan utamanya saat bepergian.

“Saya juga mengoleksi buku cetak tua tentang filologi pesantren juga. Misalnya, Alquran beraksara Jawa. Ketika saya di Maroko, sempat juga berburu manuskrip, terutama yang berbahasa Ibrani dan Arab,” tambah Ali yang terbiasa menulis daftar buku yang dicarinya sebelum ke luar negeri.

Tidak hanya itu, keunikan langka yang dimiliki lelaki ini saat berburu di luar negeri adalah selalu memenuhi kopernya dengan buku. “Saya kalau bawa koper ke luar negeri, pas pulang pakaian di koper saya ndak ada. Saya ganti dengan buku. Semua pakaian saya kasihkan orang,” paparnya penuh ekspresi.

Dalam misi perburuannya, lelaki ini ingin memilah koleksinya berdasarkan bahasa lokal, regional, hingga internasional. Sebagian darinya adalah kitab suci seluruh agama dalam berbagai bahasa diantaranya Arab, Ibrani, Parsi, Urdu, Yunani, Koptik, Sansekerta, Hindi, Belanda, Inggris, Jawa, Madura, Melayu, dan sebagian bahasa lain.

“Misalnya, saya ingin punya Alquran terjemahan Bahasa Yunani. Atau sebaliknya saya punya kitab suci Agama Budha dalam Bahasa Arab,” tutur pemilik nama pena Menachem Ali itu.

Di dalam raknya, berjajar rapi ribuan buku langka dalam bahasa lokal maupun asing. Koleksi tersebut terbagi dalam tiga tema besar, kebangsaan, keagamaan, dan kebudayaan.

“Melalui buku-buku saya, saya ini bisa dikatakan tertarik dengan tiga hal. Mengenai kebangsaan, keagamaan, dan kebudayaan. Jadi kalau dipilah-pilah menjadi tiga genre besar. Insya Allah ndak ada yang punya koleksi ini selain saya,” ujar Ali. (*)

Penulis: Hasan
Editor: Defrina S. Satiti

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu