Enzim Ciptaan Prof. Nyoman Mampu Hasilkan Kertas Daur Ulang Berkualitas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Nyoman Ciptakan Excelzyme
Prof. Nyoman (tengah) bersama dengan dua mahasiswi yang tergabung dalam kelompok studi mendiskusikan produk enzim Excelzyme. (Foto: Rio F. Rachman)

UNAIR NEWS – Mengeksplorasi kekayaan alam lokal melalui penelitian enzim dengan memanfaatkan limbah pertanian demi pengembangan bidang argoindustri. Itulah yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si. Guru Besar bidang Kimia Organik yang akrab dipanggil Prof. Nyoman telah melakukan penelitian enzim itu sejak tahun 2001, dan masih berlanjut hingga sekarang.

Penelitiannya yang bergerak di bidang agroindustri itu didasari oleh keinginannya yang kuat untuk mengeksplorasi kekayaan alam di Indonesia. Awalnya, Prof. Nyoman berpikir tentang berbagai jenis mikroorganisme atau biota-biota yang hidup di sekitar sumber air panas. Kemudian, ia terpikir untuk memanfaatkan enzim yang tahan dengan suhu tinggi.

“Enzim-enzim yang tahan dengan suhu tinggi pasti diperlukan untuk industri-industri yang menggunakan proses dengan pemanasan. Apabila kita menggunakan enzim, kita bisa mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia. Contohnya, adalah pabrik kertas,” tutur Prof. Nyoman.

Selama penelitian, Prof. Nyoman bersama kelompok studi Proteomik, Institute of Tropical Disease, UNAIR, telah mengembangkan enzim sebagai bioproduk yang bersumber dari mikroorganisme Indonesia. Bioproduk enzim ini bernama Excelzyme. Nama ‘Excelzyme’ ini sendiri telah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2011.

Bioproduk Excelzyme 1 telah diformulasi oleh Prof. Nyoman dan kelompok studinya dalam proses daur ulang kertas bekas. Pada proses daur ulang kertas, biasanya pabrik konvensional menggunakan bahan-bahan kimia untuk melakukan proses pemutihan (bleaching). Bagi Prof. Nyoman, bahan-bahan kimia inilah yang menyebabkan masalah bagi lingkungan.

Dalam proses uji coba Excelzyme 1 di salah satu pabrik kertas di Surabaya, bioproduk buatan Prof. Nyoman menghasilkan kertas daur ulang dengan kualitas di atas standar yang ditetapkan.

Pada uji kecerahan, sesuai dengan SNI 14-0091-1998, Excelzyme 1 menghasilkan tingkat kecerahan sampai 60,40% ISO. Pada pengujian indeks tarik, kertas daur ulang yang menggunakan Excelzyme 1 menghasilkan indeks tarik sebesar 25,78 Nm/g, dari standar yang ditetapkan oleh SNI 21,50 Nm/g. Sedangkan, pada pengujian indeks sobek, kertas daur ulang yang menggunakan Excelzyme 1 menghasilkan indeks sobek sebesar 8,36 mN.m2/g, jauh di atas standar SNI yaitu 3,56 mN.m2/g.

Dengan menggunakan bioproduk Excelzyme 1, Prof. Nyoman berharap bahwa produk ini mampu mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses daur ulang kertas.(*)

Penulis :  Defrina Sukma Satiti

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu