Proses pengambilan sumpah terhadap para pejabat baru UNAIR ( Foto : Warta UNAIR)

UNAIR NEWS – Rektor UNAIR, Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, menargetkan bahwa pada pertengahan tahun 2016, pusat sel punca sudah harus menghasilkan produk yang sudah bisa dijual. Oleh karena itu, Guru Besar bidang Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNAIR, ini berharap bahwa peneliti UNAIR sudah bisa menentukan penelitian yang akan menghasilkan output atau outcome tertentu.

“Sehingga, hasil penelitian itu nantinya bisa digunakan oleh kelompok masyarakat. Kita menyediakan bahan untuk terapi. Misal, sel itu digunakan oleh RS Dr. Soetomo. Mereka yang melakukan terapi tapi kita yang melakukan produksi selnya,” terang Prof. Nasih.

Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah, Dr. Prihartini Widiyanti, drg., mengatakan sejumlah rencananya untuk mencapai target publikasi jurnal yang ditetapkan oleh Rektor UNAIR. Target publikasi jurnal itu sudah disesuaikan dengan peta kekuatan masing-masing fakultas.

“Itu dilakukan agar fakultas bisa mengakselerasi dirinya sendiri, misalnya berkolaborasi dengan peneliti di negara lain. Kita buat itu agar bisa cepat mendongkrak publikasi. Bisa juga lewat key scientist karena mereka nantinya yang membina dosen-dosen muda yang belum punya pengalaman untuk melakukan publikasi internasional,” ujar Ketua PPJPI UNAIR.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell, Dr. Purwati, dr., Sp.PD., FINASIM, mengatakan pihaknya memiliki tiga program jangka pendek untuk mengembangkan lembaga yang dipimpinnya. Pertama, ia akan mengembangkan pusat riset bagi mahasiswa S-1 sampai S-3, dan peneliti lainnya. Kedua, menghasilkan produk-produk riset yang bisa dipakai untuk bahan pengobatan, seperti kosmetik. Ketiga, membangun animal pre clinical trial.

“Kita akan lakukan pembangunan animal pre clinical trial. Karena di Indonesia belum ada yang terstandar internasional,” tutur dr. Purwati.

Lantik 52 Pejabat UNAIR

Rektor melantik ketua dan sekretaris lembaga, direktur dan wakil rumah sakit, dan koordinator program studi di lingkungan UNAIR. Sebanyak 52 pejabat itu dilantik Rektor UNAIR di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR, Selasa (12/1). Pelantikan itu dihadiri oleh Ketua Senat Akademik, Wakil Rektor UNAIR, Direktur dan Ketua Lembaga, Dekanat seluruh fakultas, dan perwakilan Ikatan Alumni UNAIR (IKA-UA).

BACA JUGA:  Atlet Denali Latihan Tarik Ban Truk Keliling Kampus

Pejabat yang dilantik itu terdiri dari 25 koordinator program studi (KPS) di lingkungan Fakultas Kedokteran UNAIR, 8 KPS di lingkungan Sekolah Pascasarjana, dan 19 ketua, sekretaris, dan direktur pada lembaga dan rumah sakit UNAIR.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR mengatakan bahwa dirinya ingin agar pejabat yang dilantik bisa mendorong sivitas akademika UNAIR berkontribusi lebih besar kepada masyarakat lokal dan internasional.  Kontribusi yang dimaksud antara lain untuk mendorong publikasi internasional yang terindeks Scopus dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain itu, Rektor UNAIR juga ingin agar rumah sakit di lingkungan UNAIR bisa mandiri terutama dari segi finansial.

Dalam pelantikan ini, ada dua lembaga baru yang dibentuk oleh Rektor UNAIR. Kedua lembaga itu adalah Lembaga Sertifikasi Profesi, serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell. Pembentukan lembaga sertifikasi profesi ini adalah melakukan standarisasi lulusan UNAIR.

“Kita ingin ke depan semua lulusan UNAIR, di samping memegang ijazah juga memegang sertifikat profesi atau keahlian. Ke depan, yang digunakan dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan lainnya adalah sertifikat itu. Dengan sertifikasi ini kualitas lulusan kita lebih terstandarisasi dan bersaing di tingkat global,” tutur Prof. Nasih.

“Kita akan mulai bertahap. Kita mulai dengan lulusan SI (Sistem Informasi). Lulusan SI, selain dapat ijazah, juga akan mendapat sertifikat keahlian itu. Itu yang kita ingin dorong. Mau di Malaysia, atau di Amerika lulusan kita akan diakui,” imbuh Rektor UNAIR. (*)

Penulis: Defrina S. Satiti
Editor : Nuri Hermawan