Rektor: Amalkan Ilmu Melalui KKN-BBM

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor UNAIR Memberikan Cinderamata Berupa Buku Pedoman KKN Kepada Nik Nur Nadiah binti Maqsood Ul-Haque Salah Satu perwakilan Mahasiswa Asing (Foto : UNAIR News)

UNAIR NEWS – Sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Airlangga terus berupaya menghadirkan mahasiswa dan dosen ke tengah-tengah masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Masyarakat, mahasiswa diajak untuk belajar merumuskan dan menyelesaikan masalah di tengah publik.

Rektor UNAIR, Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak., melepas 2.327 mahasiswa dan 112 dosen pembimbing lapangan (DPL) untuk terjun dalam program KKN-BBM ke-53 UNAIR. Bertempat di Airlangga Convention Center, Senin (11/1), pelepasan KKN-BBM ke-53 UNAIR dihadiri oleh Wakil Rektor III, Direktur Pendidikan, Ketua Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat (LP4M), Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi, dan tamu lainnya.

Para mahasiswa dan dosen tersebut melaksanakan program KKN-BBM reguler di lima daerah, yaitu Surabaya (314 mahasiswa dan 18 DPL), Sampang (481 mahasiswa dan 24 DPL), Probolinggo (494 mahasiswa dan 23 DPL), Bojonegoro (507 mahasiswa dan 23 DPL), dan Nganjuk (495 mahasiswa dan 24 DPL).

Selain itu, ada juga 104 mahasiswa dan 5 DPL yang mengikuti KKN-BBM Tematik Cipta Karya di sepuluh kelurahan yang berada di lima kecamatan di Surabaya, diantaranya Kecamatan Asemrowo, Bubutan, Krembangan, Semampir, dan Simokerto. Diantara para peserta KKN-BBM UNAIR, ada juga 36 mahasiswa asing yang terdiri dari 16 mahasiswa asal Malaysia dan 20 mahasiswa asal Brunei Darussalam.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR mengatakan pada mahasiswa bahwa kegiatan belajar akan lebih optimal apabila disertai praktik dan contoh yang nyata. “Pengetahuan tidak ada gunanya apabila tidak disertai amalan atau implementasi. Tunjukkan keunggulan Anda sebagai mahasiswa UNAIR. Keunggulan ini dibuktikan secara logis, sistematis, dan solutif dalam menghadapi masalah di masyarakat,” tutur Prof. Nasih.

Seluruh kelompok peserta KKN-BBM akan melakukan pengabdian masyarakat pada empat bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan lingkungan. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 11 Januari – 6 Februari 2016.

Salah satu mahasiswa UNAIR peserta KKN-BBM reguler di Nganjuk, Ganang, menyampaikan bahwa ia dan rekan satu timnya akan mengadakan berbagai program, salah satunya di bidang kesehatan. “Kami akan mengadakan program cuci tangan dan sikat gigi bagi anak-anak usia dini. Hal ini dilakukan agar mereka memiliki kesadaran terhadap perilaku bersih dan sehat,” tutur Ganang.

Nur Izatin Asyiqin, mahasiswa asal Brunei Darussalam, yang melaksanakan KKN-BBM reguler di Nganjuk, bercerita bahwa ia dan rekan satu timnya akan memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada warga sekitar. “Dengan kehadiran kami di sana, saya berharap bisa membantu mereka untuk berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris,” tutur Izatin.

Para mahasiswa melakukan persiapan sebelum diterjunkan KKN-BBM di Airlangga Convention Center (Foto: UNAIR News)
Para mahasiswa melakukan persiapan sebelum diterjunkan KKN-BBM di Airlangga Convention Center (Foto: UNAIR News)

Cipta karya

Satu hal yang baru dari pelaksanaan KKN-BBM ke-53 UNAIR adalah penyelenggaraan KKN Tematik Cipta Karya yang dilangsungkan di 10 kelurahan di Surabaya. Program KKN Tematik Cipta Karya ini merupakan bentuk kerjasama dari UNAIR dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

Dalam pelaksanaannya, program KKN Tematik Cipta Karya yang pertama kali dilangsungkan oleh UNAIR ini mengajak mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat di bidang sanitasi, penyediaan air minum, dan pemukiman.

“Khusus untuk KKN Tematik Cipta Karya, kami baru terapkan di Surabaya tepatnya di sepuluh kelurahan. Sebab, program ini baru sebatas uji coba. Kalau yang di Surabaya ini hasilnya positif, maka program ini akan menyusul ke semua daerah,” tutur Ketua LP4M UNAIR, Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Comm.

Dalam program KKN Tematik Cipta Karya ini, mahasiswa UNAIR diminta untuk memfasilitasi masyarakat untuk memelihara proyek pekerjaan umum yang telah dikerjakan oleh Kementerian PU dan Pera.

“UNAIR menyediakan mahasiswa dan perangkatnya. Sementara, sasaran programnya adalah proyek-proyek cipta karya yang dibangun di Surabaya. Mahasiswa diminta untuk memfasilitasi bagaimana cara memberdayakan masyarakat, dan memanfaatkan proyek itu secara optimal, termasuk pemeliharaannya,” jelas Prof. Jusuf.

“Mahasiswa tidak berperan pada aspek fisik, tapi mahasiswa diminta untuk memfasilitasi masyarakat untuk membentuk organisasi dalam memelihara proyek cipta karya itu,” imbuh Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR itu. (*)

Penulis: Defrina Sukma Satiti

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu