Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM (tengah) dan Ketua IOP David Segoh, M.A bersama mahsiswa AMERTA Angkatan ke-3 (Foto : Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Program kelas internasional atau yang lebih dikenal dengan istilah Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga (AMERTA) angkatan ke-3 telah usai. Sekitar 30 mahasiswa asing dan 60 mahasiswa UNAIR mengikuti serangkaian acara perpisahan yang digelar di ruang 301 Gedung Kahuripan, Jumat (9/1).

Program kerjasama antara Direktorat Pendidikan dengan International  Office and Partnership (IOP) tersebut digelar selama satu semester. Kedua pihak terkait memberikan beasiswa kepada peserta sebanyak Rp. 1,5 juta tiap bulan. Selain itu, para peserta diberikan kesempatan untuk mengambil beragam mata kuliah. Misalnya, cyber culture, cyber law, hukum adat, tropical medicine dan bahasa Indonesia.

“Mahasiswa diberi kebebasan untuk mengambil minimal tiga mata kuliah plus pelajaran bahasa Indonesia,” jelas Dewi Sartika, M.Ed., selaku manajer kelas internasional IOP.

Program yang akan terus berlanjut ini diharapkan mampu membawa nama UNAIR semakin terkenal di kancah internasional. Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM menuturkan harapan besarnya kepada seluruh mahasiswa asing yang mengikuti program AMERTA.

“Saya berharap kalian bisa mengenalkan UNAIR dan bercerita berbagai pengalaman kalian kepada keluarga, teman dan civitas di kampus kalian masing-masing,” ujaranya.

Salah satu peserta program asal Filipina bernama Djerilee mengaku sangat senang bisa belajar di Indonesia. “Saya bersyukur bisa belajar di Indonesia meski hanya satu semester. Saya bisa dapat banyak teman dan pengalaman,” kata dia.

Senada dengan Djerilee, Siti Wardah asal Brunei Darussalam mengatakan, banyak pengalaman saya meramu berbagai macam jamu yang ada di Indonesia. “Di Indonesia ini saya belajar banyak hal, utamanya mengenai jamu. Saya juga sempat berkunjung ke Sumenep Madura untuk belajar jamu langsung dari keturunan raja di sana,” jelasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone