Enjoy, Belajar Sambil Nonton Ala Fisip Unair

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FILM
Peeping Comm melakukan pemutaran dan pengkajian film The 400 Blows di Mini Theatre FISIP UNAIR. (Foto: Unair News)

Anda gemar menonton film? Jika iya, sejauh mana kemudian Anda mencoba mengkaji pesan yang terkandung dalam film yang sudah Anda tonton tersebut. Sejauh mana Anda memperhatikan penggunaan atribut, alur cerita, detail adegan bahkan hingga latar belakang sutradara pembuat film. Ataukah Anda hanya menjadikan film sebagai sarana hiburan semata? Semua selesai ketika durasi film sudah usai.

Jika Anda memang detail memperhatikan hal-hal di atas, boleh jadi Anda memiliki kesamaan minat dengan para mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam klub Peeping Comm. Dalam klub tersebut, berbagai hal di atas dikaji secara mendalam. Setiap film tidak sekadar menjadi hiburan semata. Setiap film justru bisa membuka cakrawala pengetahuan yang baru.

Peeping Comm merupakan sebuah klub kajian film di bawah naungan HIMA Ilmu Komunikasi (Himakom) FISIP UNAIR. Ketua Klub Peeping Comm, Dimas Febri Ananto, mengatakan bahwa klub ini untuk mewadahi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang berminat dengan kajian terhadap film.

Tidak ada batasan genre dalam mengkaji film. Begitulah yang dilakukan oleh Peeping Comm. “Semua genre bisa ditonton untuk kemudian dikaji bersama,” tutur Dimas.

“Kami tidak membatasi genre film yang kami kaji, semua genre film bisa ditonton di klub ini. Mulai romance, action hingga dokumenter,” tambahnya lagi saat dihubungi Unair News beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa genre yang dipilih dalam pemutaran film terkadang ikut menyesuaikan dengan peringatan hari tertentu, misalnya pada saat peringatan G30S/PKI, film yang berhubungan dengan pergerakan komunis lah yang diputar.

Minat mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk turut berpartisipasi menonton film diakuinya memang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang hadir dalam setiap pemutaran film di Mini Theater FISIP UNAIR yang dipersiapkan oleh Peeping Comm. Namun terkait dengan keikutsertaan pada sesi diskusi setelah pemutaran film usai, pihaknya masih harus berjuang keras untuk bisa mengajak mereka yang telah menonton film untuk bisa ikut berpartisipasi. Ia berharap meskipun ada di antara para mahasiswa tersebut yang tidak tergabung dalam Peeping Comm, ke depan mereka juga bisa ikut dalam setiap diskusi yang diadakan oleh klub tersebut.

Pertemuan rutin klub biasanya diadakan setiap satu pekan sekali, namun pihaknya seringkali juga harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi misalnya kegiatan perkuliahan yang ada. Selama ini Peeping Comm juga menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk mengadakan pemutaran film. Terakhir Peeping Comm mengadakan kerjasama dengan Sinema Transit memutar film Perancis tahun 1950-an berjudul ‘400 Blows’, setelah sebelumnya menggelar roadshow film Finding Srimulat bersama dengan Surabaya Punya Cerita.

Ke depan ia berharap klub yang diketuainya ini akan mencoba lebih aktif bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan pemutaran film serta bisa ikut serta dalam festival film yang ada. Tahun ini pihaknya juga ingin merealisasikan agenda nonton bareng (nobar) bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi lintas angkatan. Nah, jika Anda ingin mengetahui sisi lain dari sebuah film mungkin Anda bisa sekali-kali ikut dalam kegiatan Peeping Comm. Good Job, Peeping Comm. (yno/dss)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu