Sego Bungkus: Berbagi dengan Kesederhanaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
sebung
Salah satu anggota komunitas Sebung (kiri) sedang memberi bingkisan pada warga

Kehidupan memang mengajarkan tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengajarkan untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Model berbagi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Tak ubahnya sekedar memberi sebungkus nasi kepada yang membutuhkan, seperti yang dilakukan oleh Komunitas Sego Bungkus atau yang lebih akrab dikenal dengan SEBUNG.

Komunitas yang lahir pada 12 Desember 2012 ini mengawali kegiatan kemanusiaan dengan cara yang sederhana, yaitu memberi sebungkus nasi. Awalnya kegiatan berbagi sebungkus nasi ini mengandalkan dana dari donasi seadanya. Dari hasil donasi tersebut langsung dibelikan nasi bungkus sesuai dengan donasi yang masuk. Namun seiring berjalannya waktu, saat donasi yang masuk terus mengalir baik dari kalangangan mahasiswa, dosen, pengusaha, PNS dan bahkan seorang pengantar surat juga ikut berdonasi, maka mulai ada sistem manajemen donasi agar nasi yang dibagikan lebih tepat guna.

Saat ini, SEBUNG diketuai oleh Febryan Kiswanto (FH/2011). SEBUNG mengawali rutinitas mingguannya setiap Jumat malam. “Kami memulai kegiatan setiap Jumat malam, pukul 20.00 WIB,” ungkap mahasiswa yang sekarang menempuh semester 7.

Komunitas yang semula beranggotakan sekitar 30 anggota aktif dan beberapa anggota sukarela ini memiliki target area untuk pembagian sebungkus nasi. Target yang dituju mulai dari depan halaman Perpustakaan Pusat Kampus B menuju ke arah Jalan Kertajaya, terus menyusur ke arah Mulyosari, hingga sampai ke arah ITC, Kya-Kya, makam Sunan Ampel, Genteng Kali, Undaan, Pasar Besar, Alon-alon Contong dan diakhiri di Hotel Majapahit.

Saat bulan Ramadhan tiba kegiatan Sebung tidak berhenti. Rutinitas kegiatan pekanan yang biasanya dimulai pukul 20.00 WIB, beralih menjadi pukul 24.00. Waktu kegiatan yang lebih malam ini menjadikan kegiatan yang semula memberi makan malam kepada yang membutuhkan beralih menjadi memberikan makan sahur atau yang lebih akrab dinamai dengan sahur on the road. Tidak hanya itu, kegiatan bagi-bagi takjil di jalanan juga dilakukan saat bulan puasa tiba. Menariknya lagi, yakni pemberian santunan kepada anak-anak yang berada di lokalisasi Dolly.

Inovasi SEBUNG

Komunitas ini terus berkiprah dan berinovasi dalam mengembangkan kegiatan kemanusiaan yang lebih kreatif dan pastinya tetap bermanfaat. Model kegiatan yang inovatif diharapkan agar tidak membosankan baik bagi komunitas maupun rekan-rekan yang dengan sukarela membantu proses berjalannya kegiatan kemanusiaan ini. “Kami terus lakukan inovasi kegiatan agar tidak jenuh, namun tetap mengarah pada kegiatan kemanusiaan,” imbuh Febryan.

SEBUNG yang semula hanya membagikan nasi bungkus ke jalan-jalan diinovasi menjadi sedekah bungkusan dengan tetap menggunakan nama SEBUNG namun arah kegiatan ini lebih diperluas. Dengan berbagi sedekah bungkusan yang sasarannya juga lebih diperluas menjadikan SEBUNG lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak orang. Sasaran kegiatan berbagi sedekah bungkusan ini mulai dari panti asuhan, panti jompo, panti grahita dan bahkan ke panti anak berkebutuhan khusus. Model kegiatan berbagi sedekah bungkusan ini bentuknya lebih bervariasi.

“Untuk sedekah bungkusan kami memberi donasi berupa sembako, buku-buku, baju bekas dan terkadang uang,” papar mahasiswa FH itu.

Sekarang, komunitas sejenis ini tidak hanya berada di Surabaya. Virus-virus kebaikan itu telah menyebar ke berbagai kota di Tanah Air, antara lain Makasar, Malang, Solo, Samarinda dan bahkan hingga ke Bengkulu. Kebaikan semacam inilah yang diharapkan terus tumbuh di kalangan manusia. Dengan kebersamaan berbagi hidup akan terasa lebih berarti. “Berbagai itu asyik jika dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. (nui)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu