MYMA: Diskusi, Debat, dan Lomba

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MYMA
Para anggota MYMA Unair.

Mengantongi prestasi sembari memperdalam pemahaman terkait bidang profesi jurusan kita, pastinya akan sangat menyenangkan. Tak hanya sekedar duduk mendengarkan dosen tapi juga melakukan praktik untuk mengasah kemampuan kita. Hal inilah yang dilakukan oleh komunitas mahasiswa Fakultas Hukum di bawah asuhan MYMA (Masyarakat Yuris Muda Airlangga). Komunitas ini sudah berhasil merangkul anggota lebih dari 40 mahasiswa fakultas hukum.

Pencetus MYMA ini adalah Dimas Satrya Utomo, mahasiswa FH angkatan 2009 yang saat ini telah lulus. Keinginan untuk membentuk komunitas ini muncul didasari keinginan Dimas untuk berbagi ilmu dan pengalaman saat ia mengikuti lomba. Menurutnya, hal ini akan jauh lebih efektif jika dibentuk komunitas dengan struktur kepengurusan yang jelas.

Tujuan utama dari pembentukan MYMA ini adalah menyediakan forum diskusi terkait keilmuan hukum sembari mematangkan persiapan jika ada perlombaan terkait hukum. Jika ada perlombaan, MYMA akan melakukan seleksi, memilah, mempersiapkan hingga memberangkatkan peserta, dan memenangkan lomba. Awalnya peran ini dipegang oleh KOMAHI (Komite Mahasiswa Hukum Airlangga), namun pada perjalanannya, visi misi dirasa tidak sejalan. Lalu, lahirlah MYMA yang fokus mengurusi perlombaan dan diskusi keilmuan hukum seperti yang lantang dijargonkan oleh komunitas ini “Speak And Write For Truth And Justice.”

“KOMAHI ditujukan pada advokasi kebijakan publik dan mengoreksi kebijakan pemerintah, sedang MYMA fokusnya pada perlombaan,” papar M. Athfal Rofi’udin, selaku ketua atau Dirjen MYMA.

Hingga saat ini, prestasi yang berhasil diraih oleh komunitas ini setidaknya ada 6 lomba nasional, seperti juara 1 Lomba Debat Sciencetional Universitas Indonesia 2013 dan Best Speaker III, juara 2 lomba debat Piala Soedirman Kartohadiprojo Universitas Parahyangan 2013 dan juara 1 di tahun 2014, juara 3 lomba debat Sciencetional Universitas Indonesia 2014, juara 2 lomba karya tulis migas di Universitas Negeri 11 Maret 2014, dan sebagai finalis dalam berbagai lomba.

Agar lebih optimal dalam tugas dan fungsinya, MYMA membagi struktur keorganisasiannya menjadi tiga departemen, yaitu Departemen Infokom yang membawahi Divisi Internal dan Divisi Ekstenal. Wilayah kerja dari Divisi Eksternal ini termasuk sambung silaturrahim dengan fakultas hukum universitas lain; Departemen Riset dan Pengembangan; Departemen Kompetisi yang dibagi lagi menjadi Divisi Debat dan Divisi Legal Writing. Salah satu kegiatannya adalah melakukan diskusi kelas untuk membahas isu-isu hukum terkini dan ada panelis yang menulis kesimpulannya, dilaksanakan 2 minggu sekali setiap hari Kamis.

“Rencananya nanti kita buat standar kompetensinya tentang penjabaran materi apa saja yang akan disampaikan secara berkelanjutan, dan juga melakukan simulasi debat untuk mengasah skill debat. Lulus dapat sertifikat,” terang Afrida Dwi Oktavianti, Irjen MYMA.

Divisi Legal Writing, kegiatannya terfokus pada pelatihan karya tulis, yang mana untuk karya tulis hukum itu beragam, seperti LKTI pada umumnya; legal opinion yang memuat pemecahan kasus, menguraikan pendapat hukumnya hingga menelurkan solusi; legislative drafting seperti latihan membuat undang-undang; constitutional drafting; kontrak drafting; esai dan analisis putusan hukum.

Awalnya MYMA fokus pada hukum tata negara. Namun, MYMA turut menyesuaikan dengan departemen di FH Unair, yaitu hukum bisnis, peradilan, pemerintahan, dan internasional. Departemen hukum pemerintahan terbagi menjadi dua yaitu Administrasi dan Hukum Tata Negara.

“Karena umumnya lomba debat itu temanya lekat dengan hukum tata negara, jadi kami lebih dekat dengan dosen hukum tata negara. Kalau ada permasalahan, curhatnya ke dosen tata negara seperti Ibu Endang Sayekti,” ungkap Siti Jihan Syahfauziah, Ketua Departemen Riset dan Pengembangan.

Namun, Jihan lebih lanjut menjelaskan, ada kemungkinan bahan diskusi akan meluas ke departemen hukum lainnya. “Tidak menutup kemungkinan juga bahasan diskusi kami meluas ke departemen hukum lainnya, karena tujuan kami juga diskusi tentang keilmuan hukum itu. Meskipun nantinya banyak yang dibahas dalam diskusi keilmuan hukum, tapi ya memang banyak hal yang diotak-atik di hukum, dan ketika bekerja tidak akan jauh-jauh dari itu.” (lis)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu