Entrepreneur-Rumah-Topi
Iqbal Rahmanuel di depan tokonya di Pasar Kreatif Surabaya. (Foto: UnairNews.com)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

Iqbal Rahmanuel, awalnya iseng mencari topi yang modelnya tidak umum, seperti topi pelukis dan topi komando. Ternyata topi tersebut sulit untuk ditemukan, termasuk di internet. Padahal, di beberapa grup atau forum banyak juga orang yang mencari topi pelukis dan komando seperti dirinya. Semenjak itu mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR angkatan 2012 ini merasa bahwa peluang bisnis topi terbuka lebar.

Iqbal memilih Rumah Topi menjadi brand bisnisnya, agar mudah masuk halaman depan Google saat ada yang memasukkan kata kunci “topi” atau “rumah topi”di mesin pencari. Nama ini juga menjadi do’a agar bisnis topi miliknya menjadi pusat topi di Indonesia. Melalui laman rumahtopi.com, calon pembeli bisa dengan mudah memilih model topi yang diinginkan dan melakukan pemesanan.

Rumah Topi diklaim sebagai toko topi online terbesar di Indonesia, yang menawarkan sekitar 25 jenis topi, seperti topi komando, flatcap, topi hip-hop, dan lainnya dengan lebih dari seratus model yang berbeda. Model-model tersebut tersedia untuk pria, wanita, maupun anak – anak. Topi-topi yang ditawarkan di rumah topi tidak semuanya produk Iqbal, ada juga yang impor dari luar negeri. Untuk topi yang diproduksi sendiri, Iqbal bekerjasama dengan pengrajin topi. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 180 ribu. Konsumen rumah topi tersebar di seluruh Indonesia, bahkan banyak juga peminat dari negara tetangga tetapi belum bisa dilayaninya karena belum dibuat sistem pengiriman ke luar negeri.

BACA JUGA:  UNAIR Bekali Ribuan Calon Mahasiswa dengan Try Out SBMPTN

Pemuda kelahiran 2 September 1993 ini memulai usaha topinya pada Maret 2012 dengan modal awal sebesar Rp 5 juta. Kini keuntungan yang didapat mencapai Rp 20 juta perbulan. Selain mempromosikan produknya melalui laman toko online, Iqbal juga mempromosikannya pada forum jual beli online dan media sosial. Tahun ini ia pun telah membuka toko offline di Pasar Kreatif Surabaya, Jl. Kapas Krampung No. 45, Surabaya.

Selain usaha topi, Iqbal juga memiliki dua usaha lain, yaitu kemasan dengan brand Raja Tas Kertas dan es krim Creamel. Kuliah sambil berbisnis dijalani Iqbal dengan penuh semangat. Ia menuturkan bahwa tidak ada kendala yang berarti untuk menjalankan dua aktivitas sekaligus asal punya prioritas.

“Sudah dijadwal dengan baik, waktunya kuliah ya harus kuliah karena itu kewajiban kita sebagai mahasiswa. Toh kuliah enak tidak seperti sekolah, kita bisa milih sendiri jadwal kuliahnya agar tidak berbenturan dengan kegiatan lain seperti bisnis,” ungkapnya.

Kesuksesan Iqbal dalam dunia bisnis menjadikan kedua orang tuanya bangga, dan hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Iqbal. “Bisa membuat orang tua bangga itu sudah lebih dari cukup. Bisnis ini asyik, saya bisa mengaplikasikan ilmu manajemen yang saya dapat di kuliah secara langsung,” pungkasnya. (kyd/ind)

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone