“Jejakku”, Aplikasi tentang Perjalanan Wisata

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Jejakku
Dari kiri, Akmal Fahmi Gamsa, Rohandi Ilmawan, Ahimsa Afrizal, dan Luthfi Adi P, tim pengembang aplikasi Jejakku, membawa piala penghargaan pemenang Next Dev 2015. (Foto: UnairNews.com)

Geliat dunia pariwisata Indonesia kian tampak. Hal ini bisa kita lihat dari beredarnya film-film dan acara-acara televisi bertema petualangan dan wisata, maupun artikel dan video perjalanan wisata yang kesemuanya merupakan respon terhadap minat masyarakat akan pariwisata. Menyadari potensi di bidang pariwisata Indonesia cukup menjanjikan, bisnis di bidang trip organizer atau biro wisata pun tumbuh subur. Mengiringi tumbuhnya bisnis pariwisata, media promosi pariwisata pun turut berkembang, salah satunya melalui pengembangan aplikasi pada gadget.

Mendukung geliat pariwisata Indonesia, Ahimsa Afrizal, alumnus program studi Sistem Informasi (SI) UNAIR angkatan tahun 2009, membuat inovasi berupa aplikasi yang diberi nama “Jejakku.” Aplikasi ini menyediakan informasi trip dan servis trip bagi para penggunanya. Jejakku ini dibuat sekaligus sebagai marketplace bagi trip organizer. Fitur-fitur yang disediakan antara lain Info Wisata, Info Event, Berbagi Kisah, Sharing, Challenges, Request Trip, dan Store.

Keunikan dari aplikasi ini adalah adanya fitur Challenges atau tantangan. Melalu tantangan ini, pengembang ingin membantu mengatasi masalah-masalah berkaitan dengan lingkungan dan sosial di sekitar area wisata. Tantangan yang diberikan misalnya memungut sampah, penghijauan, dan pemberian edukasi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan kerjasama dengan Trash Hero Indonesia untuk kegiatan pemungutan sampah, dan Komunitas 1000 Guru untuk kegiatan edukasi. Pelancong yang berhasil memenangkan tantangan akan mendapatkan diskon perjalanan wisata.

“Dengan adanya aplikasi ini, baik trip organizer, masyarakat maupun traveler, semua mendapatkan keuntungan. Trip organizer bisa mempromosikan jasanya, traveler dimudahkan untuk menemukan tempat wisata impian, dan masyarakat yang ada di daerah sekitar wisata juga memperoleh keuntungan setelah diadakannya tantangan sosial pada trip tersebut,” papar Ahimsa.

Lokasi trip yang disediakan pada aplikasi yang dirancang oleh Ahimsa dan lima rekannya ini masih mencakup pariwisata di Jawa dan Flores. Target yang ingin dicapai pada akhir tahun ini minimal 20 provinsi di Indonesia dapat tergabung dalam aplikasinya.

“Saat ini lokasi trip masih mencakup daerah Jawa dan Flores pulau komodo, akhir tahun ini kita akan membuka minimal 20 trip pada 20 provinsi di Indonesia serta kami bekerjasama dengan 200 trip organizer untuk seluruh wilayah Indonesia,” papar Ahimsa.

Aplikasi yang dikerjakan sejak tahun 2013 dan launching pada 2015 ini, sudah diinstall oleh 5.000 lebih pengguna melalui layanan Google Play Store. Jejakku masuk ke dalam tiga aplikasi terbaik pada ajang kompetisi aplikasi sosiopreneur NEXTDEV 2015. Ke depan, layanan yang menghubungkan pelancong dan trip organizer serta masyarakat sekitar tempat wisata ini juga akan dikembangkan untuk bisa diakses melalui web.

Pengalaman kurang menyenangkan ketika menyalurkan hobi traveling-nya, seperti lingkungan wisata yang rusak dan kotor, menginspirasi Ahimsa untuk membuat sebuah inovasi. Berbekal keahlian di bidang teknologi informasi, ia ingin membantu masyarakat di sekitar area wisata dengan cara mempromosikan daerah tersebut sekaligus mendorong kontribusi positif para traveler melalui tantangan sosial.

Lahirnya aplikasi Jejakku ini juga berawal dari sebuah ambisi untuk menorehkan prestasi bagi jurusan SI UNAIR yang terbilang baru. Prodi SI UNAIR baru didirikan pada tahun 2000 untuk program D3, dan tahun 2008 baru dibuka program S1-nya. Sebagai mahasiswa pada prodi baru, Ahimsa ingin menunjukkan eksistensi prodinya melalui prestasi-prestasi. Dengan programnya yang diberi nama Indonesian Space Explorer, pada tahun 2013 Ahimsa dan tim SI UNAIR melenggang menjadi finalis pada INAICTA dan Cakrawala Award tingkat Surabaya.

“Saat itu ambisi kami mengalahkan ITS. Kami ingin mempersembahkan prestasi untuk SI UNAIR. Belum terbesit kata bisnis saat itu,” ungkap Google Student Ambassador 2012 ini. (dis/ind)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu