Cara Baru Nikmati Oat yang Sehat dan Nikmat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
oatmeal
Foto: cassandrebeccai.com

Kini, berbagai alternatif olahan makanan menyehatkan semakin banyak digandrungi masyarakat, khususnya para pelaku hidup sehat, salah satunya jenis makanan serealia seperti oat. Meskipun oatmeal dikenal sarat gizi, ternyata tidak semua orang bisa menikmatinya, karena rasanya hambar dan bertekstur lembek ketika sudah diolah sehingga kurang menggugah selera. Agar oatmeal dapat disantap dengan nikmat, kreasi mengolah oatmeal terus dikembangkan, salah satunya dengan menyajikan oatmeal dingin atau yang biasa disebut overnight oatmeal.

Di luar negeri, overnight oatmeal telah menjadi menu sehat yang biasa dikonsumsi. Penyajiannya terbilang mudah dan praktis. Bahan-bahan yang digunakan pun tidak membutuhkan proses pengolahan ulang. Cukup dengan mencampurkan beberapa bahan seperti yogurt, oat meal dan susu cair ke dalam mason jar (toples mutlifungsi), kemudian didiamkan semalaman di dalam lemari pendingin. Keesokan harinya, overnight oatmeal bisa disantap sebagai menu sarapan menyehatkan.

Yang istimewa, dalam penyajian overnight oatmeal dapat pula dibubuhkan potongan buah segar seperti pisang, strawberi, mangga atau kurma di atasnya. Bisa juga ditambahkan biji Chia, madu, atau selai kacang. Perpaduan dinginnya yogurt, susu dan oatmeal bercampur dengan buah segar menawarkan sensasi makan oatmeal yang berbeda.

Melihat komposisinya saja, sudah pasti overnight oatmeal tinggi kandungan protein, kalsium dan serat. Ahli nutrisi Meryana Adriani, S.KM, M.Kes, menjelaskan, overnight oatmeal baik dikonsumsi oleh siapapun tak terkecuali bagi yang sedang menjalankan diet. Overnight oat bisa menjadi pilihan sarapan yang tinggi serat namun rendah lemak dan gula.

Makanan yang tinggi serat seperti oat diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol. Dari berbagai penelitian menyebutkan, oatmeal terbukti dapat memberi rasa kenyang lebih lama dibandingkan sumber makanan lain, bahkan kandungan lignan pada oatmeal diketahui dapat membantu menyehatkan jantung.

Menurutnya, mencampurkan oat dengan susu dan yogurt lalu menyimpannya ke dalam kulkas adalah cara aman untuk mempertahankan nutrisi dan bakteri penting pada yogurt. Dengan menyimpan di kulkas, mampu menghambat tumbuhnya bakteri yang merugikan dan dapat merusak kandungan nutrisi yogurt.

“Yang pasti overnight oatmeal ini sarat gizi dan bikin kenyang lebih lama. Mengenyangkan namun rendah kalori. Jika itu dibiasakan sebagai daftar sarapan setiap hari, manfaatnya luar biasa untuk tubuh, terutama untuk pencernaan. Karena oat dan buah-buahan menenangkan pencernaan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menghindari masuknya kalori dan lemak berlebihan, tentunya susu yang sebaiknya digunakan dalam pembuatan overnight oatmeal adalah jenis susu skim rendah lemak, susu nonfat atau susu alternatif dari olahan biji-bijian, seperti susu kedelai atau almond. Meri pun berpesan untuk mengurangi pemakaian pemanis gula atau sirup.

“Jika ingin menambah rasa manis, madu kurma atau madu lebah adalah pilihan tepat sebagai sebagai pemanis yang menyehatkan,” paparnya.

Biji Chia

Selain susu dan yogurt, salah satu bahan andalan yang biasa digunakan dalam pembuatan segelas overnight oatmeal yang nikmat adalah biji Chia. Apa itu?

Biji Chia adalah jenis biji-bijian yang berasal dari bunga Chia (Salvia hispanica), bentuknya lonjong menyerupai biji selasih dan apabila direndam dalam air teksturnya akan menyerupai gel. Pemakaian biji Chia cukup digemari kalangan pecinta hidup sehat masa kini. Biji-bijian ini kaya serat, protein, lemak omega 3, dan antioksidan. Biji Chia juga mengandung triptofan, yaitu jenis asam amino esensial yang berfungsi mengatur nafsu makan dan mengontrol suasana hati.

Di luar negeri, biji Chia seed memang menjadi superfood andalan untuk membuat overnight oat meal. Sayangnya, karena biji Chia tidak tumbuh di Indonesia, maka untuk mendapatkannya harus mengimpor dari luar negeri, dan tentu saja harganya tidak murah.

Dalam penyajiannya, biji Chia dapat dicampurkan pada makanan atau minuman. Biji Chia tidak beraroma dan memiliki karakteristik rasa yang berbeda.

Biji Chia serumpun dengan sage (Salvia officinalis). Biji-biji kecil dengan warna hitam, putih, coklat dan bau-abu tersebut pernah menjadi makanan pokok dari suku Inca, Maya dan Aztec, bersama dengan penduduk asli Amerika dari barat daya. “Chia” adalah kata dari suku Maya yang berarti kekuatan.

Biji Chia diyakini memiliki kandungan gizi yang cukup berlimpah. Mengkonsumsi Chia, dapat meningkatkan daya tahan dan energi tubuh serta membantu menurunkan berat badan.

Biji Chia sangat populer untuk menurunkan berat badan. Kandungan nutrisinya dapat membantu mencegah penyerapan kalori ke dalam tubuh sehingga dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Hal itu dikarenakan biji Chia menyerap 10 kali air yang masuk ke dalam tubuh, membentuk gel besar.

Bahkan, biji Chia mengandung omega 3 tertinggi dibandingkan ikan salmon. Omega 3 merupakan lemak penting yang bersifat anti-peradangan sehingga dapat mencegah radang sendi (arthritis) dan penyakit jantung.

Manfaat lainnya, biji Chia juga aman dikonsumsi penderita diabetes. Karena biji itu dapat memperlambat perubahan karbohidrat menjadi gula sederhana. Sejumlah penelitian menunjukkan, biji Chia dapat mengontrol gula darah. Para ilmuwan percaya bahwa biji Chia memiliki manfaat besar bagi penderita diabetes.

Sehat Tak Perlu Mahal

Menurut Meri, untuk bisa mengonsumsi makanan sehat tidak harus terlalu import minded dan mengeluarkan biaya mahal. Meri menyarankan sebaiknya memanfaatkan bahan lokal yang sebenarnya juga tidak kalah bagus kualitas nutrisinya dengan bahan makanan impor. Oleh karenanya, dalam pembuatan overnight oatmeal, dapat memadukan potongan buah segar yang mudah diperoleh di pasaran.

Menurutnya, sumber antioksidan tidak saja diperoleh dari biji Chia. Kita bisa memanfaatkan buah-buahan lokal seperti buah naga atau anggur. Buah-buahan tersebut bisa disajikan melengkapi oatmeal yang sudah didinginkan.

“Kandungan nutrisi pada biji Chia sebenarnnya bisa digantikan dengan alternatif buah-buah lokal yang tinggi vitamin E dan antioksidan. Tinggal pandai-pandainya kita berkreasi saja. Karena sebenarnya untuk sehat tidak selalu harus ditempuh dengan mengonsumsi sumber makanan yang terlalu mahal,” jelasnya. (fya/ind)

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu