Setahun, Unair Cetak 6.804 Lulusan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
wisudawan
Foto: kangmastopik.wordpress.com

SURABAYA – Sepanjang tahun 2015, Universitas Airlangga (UA) mencetak 6.804 lulusan mulai jenjang D3, S1, S2, hingga program doktoral atau S3. Prosesi wisuda dilaksanakan bertahap sebanyak empat kali. Yakni, pada 28-29 Maret 2015 (2.368 wisudawan), 6 Juni 2015 (280 wisudawan), 19-20 September 2015 (3.094 wisudawan), dan Desember 2015 (792 wisudawan).

Pelaksanaan wisuda tahap akhir diselenggarakan di Gedung Airlangga Convention Center, Kampus C Mulyorejo. Berbeda dengan tiga prosesi sebelumnya, Rektor Universitas Airlangga (UA) Prof. Dr. H. Mochammad Nasih, SE., MT., Ak., didampingi oleh para dekan dan atau pimpinan fakultas anyar masa bakti 2015-2020. Mereka baru dilantik pada 6 November 2015 lalu.

Dalam sidang terbuka ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kembali mendominasi dengan menyertakan 198 wisudawan. Disusul Fakultas Kedokteran (141 wisudawan) dan Fakultas Hukum (87 wisudawan). (selengkapnya, lihat tabel)

“Saya bangga pada lulusan Universitas Airlangga. Semoga para wisudawan dapat memberi sumbangsih positif dan berperan kongkret di masyarakat. Gelar yang sudah disematkan, mesti dipertanggungjawabkan dengan cara menebar manfaat untuk lingkungan sekitar,” kata Prof Nasih.

Dia menambahkan, lulusan pendidikan tinggi harus jadi eksponen yang kontributif. Sebagaimana motto kampus , “Excellence with Morality”. Para wisudawan dituntut selalu berpikir dan bertindak positif. Juga, mengamalkan ilmunya dengan baik.

Dalam sambutan di acara wisuda September lalu, Rektor mengapresiasi peraih beasiswa (S1) Bidikmisi yang menyelesaikan studi tepat waktu. Betapa tidak, mereka berangkat dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang beruntung. Di sisi lain, mereka yang berasal dari keluarga berkecukupan, seharusnya dapat menorehkan prestasi lebih baik.

Rektor menyampaikan, Bidikmisi merupakan beasiswa pemerintah untuk empat tahun masa perkuliahan. Bila mahasiswa peraih Bidikmisi gagal menyelesaikan studi selama delapan semester, biaya perkuliahan selanjutnya harus ditanggung sendiri.

“Semua mahasiswa harus bisa berprestasi. Ingat, prestasi tidak bergantung pada kondisi ekonomi. Dalam proses perkuliahan, tidak ada perbedaan antar mahasiswa satu dan yang lain. Jadi, kesuksesan bergantung pada upaya masing-masing mahasiswa,” tandas Guru Besar Bidang Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Peningkatan kuantitas dan kualitas lulusan

Jumlah mahasiswa UA per-September 2015 mencapai 38.047 orang. Sedangkan lulusan dari berbagai jenjang di tahun 2015 sebanyak 6.804 orang. Kampus yang berdiri pada 10 November 1954 ini berupaya memenuhi Angka Ekuivalen Edukasi (AEE) pada tataran ideal.

Yakni, 25% untuk jenjang S-1, 50% untuk jenjang S-2, dan 33,3% untuk jenjang S-3. Harapannya, angka mahasiswa masuk sama dengan angka mahasiswa yang lulus. Direktur Pendidikan UA Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si, mengatakan, tren AEE kampus terus mendekati posisi ideal. “Peningkatan berjalan konsisten dan sudah berkisar antara 20-22% (untuk S1). Memang, belum sampai 25%. Sebab, mahasiswa sangat variatif dan menyadari pentingnya softskill. Imbasnya, selain kuliah, mereka aktif berorganisasi dan berkegiatan ekstra. Target yang realistis berada di sekitar 23,5 persen. Bila suatu saat mencapai 24 persen, itu sudah sangat fenomenal,” papar Prof Nyoman.

Guru Besar Bidang Kimia Organik Fakultas Sains dan Teknologi ini mengharapkan, para lulusan memiliki daya saing tinggi. Terutama, dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Mahasiswa harus memiliki leadership yang bagus. Selama ini, kampus sudah berupaya mengasah aspek tersebut. Misalnya, melalui sistem perkuliahan yang memancing kreatifitas dan inisiatif mereka,” ungkap dia.

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu