jobs
Photo: clnh.on.ca
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

SURABAYA – Kala usia sudah beranjak mendekati ulang tahun perak, seseorang harus fokus dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Khususnya, soal profesi yang ingin digeluti. Jangan sampai cita-cita bercabang. Sebab, konsentrasi yang “mendua” dapat membuat seseorang tidak maksimal merealisasikan harapan. Parahnya, hal itu potensial membuat semua mimpi justru hancur berantakan.

“Kita harus bisa membedakan mana yang ingin dijadikan profesi, dan mana yang sekadar hobi,” papar Ismail Nachu, Ketua ICMI Orwil Jatim.

Alumnus IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel itu menuturkan, profesi harus dijalankan secara serius. Kaitannya erat dengan masa depan. Maka itu, sebaiknya memang hanya ada satu. Berbeda dengan hobi yang sangat boleh berjumlah banyak. Hobi dilakukan sekadarnya. Tidak harus diseriusi dengan seksama.

Kalau memang profesi yang diinginkan belum diketahui, telaah mendalam mesti dilakukan. Segera saja bertanya pada diri sendiri. Harus jujur. “Akan sangat indah bila profesi sesuai dengan passion dalam diri. Sesuai dengan gairah yang dimiliki,” imbuh pria yang saat ini menggeluti bidang usaha property tersebut.

Ada sejumlah metode untuk melacak profesi yang sesuai dengan passion. Termasuk, agar dalam perjalanan menapakinya, hati tidak gampang goyah. Diakui atau tidak, sejak masih bocah hingga menginjak dewasa, manusia pasti memiliki beragam keinginan.

Keinginan yang banyak kadang mencipta aneka bayangan tentang profesi yang dimimpikan. Di situlah fokus hidup kerap terganggu. Ya, karena terlalu banyak tujuan yang ingin didatangi.

“Saya sering menyarankan pada teman-teman untuk mengeleminasi tujuan atau profesi yang sekadar bayang-bayang itu. Sisakan satu saja yang dirasa paling mungkin diraih, sesuai dengan passion, dan paling membahagiakan,” kata lelaki asal Pasuruan tersebut.

Bagaimana teknis proses eleminasi itu? Misalnya, bisa dengan cara menuliskan semua cita-cita yang pernah dimimpikan di atas secarik kertas. Semua, tanpa kecuali. Setelah itu, coret satu per satu. Coret yang dianggap tidak benar-benar diinginkan. Pastikan, hanya ada satu yang terbaik dan secara jujur diiakui oleh hati dan pikiran.

Kalau sudah ada satu profesi idaman, kejar itu sampai tercapai. Konsentrasi dan kerahkan semua tenaga dan pikiran.

Jangan pernah terpengaruh dengan masa lalu. Jangan biarkan masa lalu menjadi alasan dan tempat bersembunyi. Apalagi, bila sampai meninabobokan dan menjadi pemakluman atas segala kegagalan di masa kini.

“Kita harus selesaikan urusan dengan masa lalu. Dengan demikian, kita bisa lebih bebas dalam melangkah mencari masa depan. Maka itu, niatnya harus kuat sedari awal. Pastikan ada satu fokus saja dalam diri kita,” ungkap pria yang pernah aktif di LSM tersebut.

Ismail menerangkan, manusia diutus Tuhan untuk memakmurkan bumi dan seisinya. Nah, kalau dirinya sendiri belum makmur, mana mungkin bisa memakmurkan muka bumi. Sementara itu, kemakmuran hanya mungkin diraih bila sukses dalam profesi masing-masing.

Tiap orang sangat mungkin memiliki profesi yang berbeda. Sesuai passion masing-masing. Tidak ada masalah dengan hal itu. Bahkan, perbedaan semacam ini merupakan hukum alam yang sah-sah saja. Yang jelas, semua profesi memiliki tanggungjawab yang sama untuk bermanfaat bagi sekitar.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone